Terancam Bangkrut? Huawei Kini Sedang Ditimpa Banyak Masalah, Huawei Masuk Daftar Hitam AS!

Kondisi Huawei yang saat ini sedang ditimpa banyak masalah. (Dok.VOI)

epanrita.net – Huawei mengalami banyak sekali gejolak. Terutama soal sempat dicekalnya Huawei untuk berbisnis dengan perusahaan AS, termasuk Google dan juga berbagai pemasok lainnya.

Huawei mengumumkan bahwa laba bersihnya turun di paruh pertama. Bisnis perseroan juga sempat terganggu akibat lemahnya permintaan akibat kondisi ekonomi yang sulit serta kendala teknologi yang dibatasi di Amerika Serikat.

Bacaan Lainnya

Kinerja ini paling parah pada awal tahun dari Januari hingga Maret. Penjualan raksasa teknologi China mencapai 301,6 miliar yuan (657 triliun rupiah), turun 5,9% dari tahun sebelumnya.

“Sementara bisnis perangkat kami sangat terpengaruh, bisnis infrastruktur TIK kami mempertahankan pertumbuhan yang stabil,” kata rotating chairman Huawei, Ken Hu, dikutip dari Reuters, Senin (15/8/2022).

Disisi lain, Reuters melaporkan bahwa margin laba perusahaan adalah 5% dan laba bersih adalah 15,08 miliar yuan (32,8 triliun rupiah). Ini turun dari 31,39 miliar yuan (68,3 triliun rupiah) pada paruh pertama tahun 2021.

Seorang juru bicara perusahaan juga mengatakan bahwa bisnis penjualan smartphone dan laptop juga terganggu karena COVID-19 dan masalah rantai pasokan.

Pendapatan bisnis juga turun menjadi 101,3 miliar yuan. Sementara itu, operator dan bisnis mengalami pertumbuhan.

Bulan lalu, Counterpoint Research melaporkan bahwa pendapatan kuartal kedua industri smartphone China turun 14,2% dari tahun ke tahun. Volume juga mencapai level terendah dalam 10 tahun.

Huawei telah masuk daftar hitam AS sejak 2019. Hal ini mencegah perusahaan mengakses teknologi penting AS dan melemahkan kemampuan mereka untuk merancang chip dan komponen sumber dari pemasok luar. Larangan itu berdampak pada bisnis ponsel Huawei yang sempat mendominasi.

Saat ini, Huawei terkenal membangun lini bisnis baru, termasuk suku cadang mobil pintar dan sistem hemat energi. Perusahaan juga meluncurkan sistem operasinya sendiri, Harmony, yang digunakan pada 300 juta perangkat Huawei.

Pos terkait