Menurut Pakar UPI Pemilihan Wali Kota Bandung 2024 Akan lebih Spesipik

Menurut Pakar UPI Pemilihan Wali Kota Bandung 2024 Akan lebih Spesipik ( Dok. detik News )

epanrita.net – Pemilihan Wali kota bandung 2024 akan lebih spesipik, sebagian besar ada pendatang baru di pilkada kota bandung 2024.

Pilkada di Kota Bandung sudah berjalan sejak lama. Namun, pasar nama calon mulai membaik di ibu kota Jawa Barat itu.

Bacaan Lainnya

Sebagian besar nama yang muncul adalah pendatang atau pendatang baru di Pilkada Kota Bandung 2024. Di antaranya Andri Rusmana (PKS) hingga Erwin (PKB). Hanya M Farhan (NasDem) yang diharapkan kembali mencalonkan diri pada 2024 bersama Wali Kota Bandung Yana Mulyana dari Gerindra.

Menurut Sisip Darmawan, guru besar ilmu politik UPI, banyaknya calon yang bermunculan telah menciptakan suasana demokrasi yang sehat di tengah masyarakat Bandung. Sebab, secara kultural, KPU Daerah Ibu Kota Jawa Barat merupakan pemilih penting yang dapat menentukan sendiri pemimpin mana yang akan dipilih selanjutnya.

“Patokannya sekarang kan banyak baliho-baliho orang yang mau nyalon, berarti memang mereka ini sudah punya niat mau maju. Dan itu bagus, karena semakin banyak calonnya, semakin banyak juga pilihan untuk kemajuan daerah,” kata Cecep pada hari Rabu (3/8/2022).

Namun, Cecep mengatakan Yana Mulyana saat ini atau incumbent akan terus mendominasi Pilkada Kota Bandung. Jika Yana akan kembali, rookie tersebut harus menyiapkan strategi khusus menghadapi mantan ketua PSSI Askot Kota Bandung itu.

“Karena tetap, incumbent akan dominan. Dia punya kekuatan di pemerintahan dan secara popularitas lebih banyak dikenal sama orang. Calon-calon yang baru ini jangan cuma mengandalkan mejeng baliho aja, tapi harus punya strategi gimana caranya menggaet suara-suara di bawah,” ucapnya.

Cecep mengatakan, banyak calon yang mulai bermunculan, namun ia akan menunggu lebih lama hingga partai memutuskan mana yang akan pindah. Meski ada lowongan, termasuk Jana, tidak serta merta diangkat kembali pada pemilu mendatang.

“Karena partai mah sifatnya wait and see, dia akan lihat peluangnya dulu seperti apa. Tapi bagaimana pun, kita tahu kalau Yana saat ini merupakan tokoh populer di Kota Bandung. Modal petahana itu yang bisa ditangkap peluangnya sama partai-partai politik,” ucapnya.

Dalam kasus Cecep, dia menyarankan jika ada partai yang memiliki calon eksekutif untuk dipromosikan menjadi cawalkkot, pihak tersebut bisa melakukan investigasi internal terlebih dahulu. Pemungutan suara ini tidak hanya akan menjadi modal partai, tetapi juga dapat mengukur kemungkinan para eksekutif dicalonkan untuk pencalonan Pilwalkot.

“Harus disurvei dulu, udah bagus belum popularitas sama elektabilitasnya. Hasil survei itu nanti bisa jadi patokan kalau memang mau mengusung kader sendiri di Pilkada,” kata Cecep

Pos terkait