Komnas HAM Angkat Bicara terkait Hilangnya Hp Brigadir J dapat Menghalangi Penyidikan

Komnas HAM Angkat Bicara terkait Hilangnya Hp Brigadir J dapat Menghalangi Penyidikan (Doc, detikcom)

epanrita.net – Komnas HAM Berikan Pendapat Mengenai Hilangnya Hp Brigadir J yang dapat Mengganggu Jalannya Penyidikan, Simak Ulasan Selengkapnya Disini.

Komisioner Komnas Ham Choirul Anam membenarkan adanya obstruction of justice atau penghalang-halangan penyidikan dalam pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J). Menurut Anam, alasan kuat untuk mendukung hal tersebut adalah hilangnya ponsel Yosua yang belum terungkap.

Bacaan Lainnya

Bareskrim Polri telah menetapkan lima tersangka dalam rencana pembunuhan Brigadir J, yakni Irjen Ferdy Sambo (FS), Bharada E alias Richard Eliezer, Brigadir RR alias Ricky Rizal, Kuat Maruf (KM), dan Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo.

“Saya menekankan Obstruction of Justice itu karena ketika kita mendapat banyak data, banyak keterangan khususnya data digital itu yang paling kentara banget adalah rekam jejak digital, tidak hanya hapenya (ponsel) yang hilang tapi percakapan jejak digitalnya juga engga ada,” ucap Anam saat rapat dengar pendapat umum bersama Komisi III di DPR RI, Senayan Jakarta, Senin (22/8/2022).

Anam menjelaskan, pergantian ponsel tersebut mengakibatkan hilangnya tiga grup WhatsApp. Kemudian grup mungkin muncul kembali, tetapi dengan serangkaian pesan yang hilang hingga 10 pesan kontak terbaru.

“Jadi menurut kami sangat penting untuk dilacak. Berikutnya juga soal fisik hapenya yang juga hilang, tidak hanya hapenya Josua karena sampe sekarang hapenya josua juga belum ketemu,” tegas Anam.

Melalui informasi yang diperoleh Komnas HAM di Jambi, tempat mendiang Josua dan keluarganya tinggal, Anam membenarkan bahwa ponsel yang diserahkan polisi berbeda dengan ponsel yang diduga keluarga.

“Jadi bukan model begini, hape (handphone) Josua itu ada Samsung, ada hape China dan modelnya bukan seperti ini dan seolah-olah (hape yang diterima keluarga Josua) adalah hape Josua yang tidak bisa dibuka, hapenya Josua kemana? yang Samsung 8 itu, sampai detik ini juga kami tidak tahu. Padahal TKP sudah rusak dan yang paling penting rekam jejak digitalnya seperti apa?,” Anam menandasi.

Skenario Jahat Ferdy Sambo

Skenario pembunuhan yang direncanakan untuk Brigadir Yosua, yang dikenal sebagai Nofriansyah Yosua Hutabarat, telah terungkap. Dikomando mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Jenderal polisi bintang dua tersebut menjadi tersangka anyar pembunuhan Brigadir J.

Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan secara maraton oleh Tim Khusus (Timsos) Polri setelah kematian Brigadir J, yang diumumkan pada 11 Juli 2022.

Dalam pernyataan awal polisi, kematian Brigadir J adalah akibat baku tembak dengan salah satu ajudan Ferdy Sambo,  Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias yang dikenal Bharada E. Penembakan itu karena dugaan penganiayaan oleh Brigadir J terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Peristiwa itu terjadi pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Ferdy Sambo kawasan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

Pos terkait