Mahfud Md Singgung DPR Terkait Kasus Ferdy Sambo yang Semakin Memanas!

Mahfud Md Singgung DPR Terkait Kasus Ferdy Sambo yang Semakin Memanas! (Doc, Inilah com)

epanrita.net – Mahfud Md Singgung dan Mengkritik DPR yang diam saja Terkait Kasus Ferdy Sambo yang Semakin Memanas, Simak Ulasan Selengkapnya Disini.

Ketua Kompolnas Mahfud Md menjelaskan alasannya mengkritik DPR yang diam soal pembunuhan Brigadir J dan menyeret nama Mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Bacaan Lainnya

Mahfud mengatakan DPR awalnya tidak diam, namun saat kasus kian memanas, DPR sudah tidak lagi angkat bicara terkait kasus Brigadir J. Ia ingin agar Komisi III terlibat dalam melindungi dan mendorong penyelesaian kasus tersebut.

“Sesudah (kasus) ini memanas dan menuju ke sini, kok enggak ada suara dari sini (DPR). Mana nih DPR ini kok diam, biar ikut bersama saya mendorong mengungkap kasus ini,” ucap Mahfud dalam rapat bersama Komisi III, Senin (22/8/2022).

Mahfud mengatakan, karena hukum merupakan produk politik, maka dalam beberapa kasus diperlukan suasana tertentu untuk mendorong penegakan hukum.

“Karena hukum itu kan produk politik, enggak bisa hukum jalan sendiri, tanpa ada suasana politik yang mendorong suara masyarakat dan pro yustisianya itu kita dorong,” kata dia.

Harus Ikut Campur

Menurut Mahfud, DPR harus mengintervensi isu-isu yang menyita perhatian publik agar lebih cepat selesai.

“DPR bilang Menko Polhukam itu enggak tahu undang-undang bahwa DPR itu tidak boleh ikut campur, lah dulu kok ikut campur terus? Kasus Brotoseno itu berhasil karena DPR yang ngomong,” kata dia

“Urusan pencabulan santri, ngomong, urusan apa ngomong, jadi saya tunggu-tunggu, karena saya selalu merasa chit chat, biar kebenaran itu keluar,” sambung Mahfud.

Politik Hukum

Menko Polhukam kemudian menjelaskan bahwa dia memahami kebijakan hukum, sehingga mendorong penegakan hukum untuk bergerak lebih cepat dengan menjelaskan kepada publik tentang kasus Brigadir J.

“Saya disertasinya politik hukum, saya tahu bagaimana menggunakan politik agar hukum bekerja. Saya minta maaf untuk hal-hal yang tidak bisa saya jawab,” kata dia.

“Ada keterangan yang saya rahasiakan, ada yang untuk mendorong jalannya penegakan hukum,” pungkas Mahfud.

Pos terkait