Sebanyak Dua Puluh Lima Hektar Ladang Ganja di Aceh, Akan Dimusnahkan Bareskrim

Sebanyak Dua Puluh Lima Hektar Ladang Ganja di Aceh, Akan Dimusnahkan Bareskrim ( Dok. Kompas com )

epanrita.net – Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menemukan beberapa ladang ganja seluas 25 hektar di Aceh.

Kawasan itu ditemukan setelah polisi belum lama ini mengungkap kasus penyelundupan narkoba di jaringan Aceh-Lampung-Jakarta.

Bacaan Lainnya

Barang bukti ganja yang disita saat kasusnya diungkap ke publik mencapai 270 kg.

Barang bukti disita dari empat TKP. Jalan Pelabuhan Bakuhini, Lampung Selatan; Kompleks Taman Buaran Indah 4, Jalan Kebong Bungan, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur; area pintu masuk pelabuhan Bakaheni; dan Tol Sukarno Hatta, Desa Lam Ara, Banda Raya, Kota Banda Aceh.

Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar, Direktur Obat Bareskrim Polri, menjelaskan pihaknya akan memusnahkan ladang ganja yang ditemukan.

“Dari bulan Juli sampai dengan Agustus 2022, kemudian dilakukan pengembangan terhadap empat kasus tersebut dan berhasil ditemukan sembilan titik lokasi ladang ganja, sumber daripada barang bukti yang disita petugas,” ujar Krisno kepada wartawan, Rabu (17/8/2022).

Krisno mengatakan tim awalnya hanya menemukan tiga ladang ganja. Namun, setelah diselidiki, total sembilan ladang ganja akhirnya ditemukan.

Ladang ganja terletak di Desa Lamtiuba, Kecamatan Solmiumeulimeum, Kabupaten Aceh Besar.

“Masing masing titik tersebut terdapat ladang ganja dengan kurang lebih 3-4 hektar dan total sekitar lebih kurang 25 hektar, untuk kemudian dimusnahkan oleh tim gabungan Dittipidnarkoba Mabes Polri, Polda Aceh dan Ditjen Bea Cukai dengan cara dicabut dan dibakar,” tuturnya.

Krisno mengatakan ganja dari sektor ini akan dikirim melalui jalur darat ke Jakarta dan Jawa Barat.

Krisno juga mengatakan 13 tersangka ditangkap dalam kasus tersebut. Ada inisial DS, SY, EF, RA, DA, IH, CT, KF, AF, MS, JA, AI, dan SS.

Sementara itu, masih ada satu orang dalam Daftar Orang Dicari (DPO) berinisial H alias IK.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Narkotika, Penyaluran Narkotika Golongan I, dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2), serta Pasal 132 ayat (1) dan (2). Hukuman mati dan ancaman pidana penjara seumur hidup dan denda sepertiga sampai Rp10 miliar.

2009 Undang-Undang Republik Indonesia No. 35, Undang-Undang Nomor 35 tentang Kepemilikan dan Penguasaan Zat Kelas I Dengan Ancaman Jiwa. Denda Rp 8 miliar ditambah yang ketiga.

Pos terkait