Tak Terima Anaknya Di Potong Rambut Asal-asalan Langsung Lapor UPTD

Tak Terima Anaknya Di Potong Rambut Asal-asalan Langsung Lapor UPTD ( Dok. Detik com )

epanrita.net – Oknum Guru Potong Rambut Anak 7 Tahun Tanpa Izin Orang Tua Siswa, Langsung Di Laporkan Ke UPTD

Unit Pelaksana Teknis Daerah UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Bandung berbicara tentang video viral yang menunjukkan seorang ibu memprotes seorang guru karena tidak memotong rambut anak-anaknya secara semena-mena.

Bacaan Lainnya

Aang Koswara, Kepala UPTD PPA Kabupaten Bandung, mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut dan akan mengusut kasus tersebut.

“Barusan saya sudah telusuri, ternyata benar itu merupakan warga Margaasih. Tapi pelapor belum bikin berita acara ke kantor, baru laporan ke hotline, jadi beliau belum menandatangi di kantor,” ujar Aang, saat dikonfirmasi, Jumat (12/8/2022).

Saat ini, AKP lebih fokus memberikan dukungan karena korban mengalami tekanan psikologis pasca kecelakaan.

“Tetapi di UPTD sudah masuk ke rumahnya, sudah identifikasi juga, hanya mungkin nanti kelanjutannya kita hasil identifikasi di lihat apa perlu psikolog atau bagaimana untuk penanganan,” katanya

“Kita itu lebih pada ke korban, bukan ke kasusnya atau ke pelaku, bukan masalah pelakunya, paling kita lihat kepentingan atau keperluan korban setelah diidentifikasi apakah sang anak psikisnya terganggu atau drop, kalau seperti itu kita tangani dengan konseling psikolog,” katanya.

Sebuah video seorang ibu yang melakukan protes di depan seorang guru sebelumnya telah dilaporkan di media sosial. Sang ibu tidak mentolerir rambut anaknya dipotong sewenang-wenang oleh oknum guru di sekolah.

DetikJabar pada hari Jumat, 8 Desember 2022 di akun TikTok @reva.juliany melihat seorang ibu memarahi seorang guru di sekolah. Perlu juga dicatat bahwa ibu dan guru menjelaskan tujuan potong rambut dan berbicara satu sama lain.

Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dikatakan duduk di bangku sekolah dasar. Ini membuat ibu saya kesal.

Ditik Jabar mencoba menghubungi ibunya yang bernama Reva. Di pihaknya, Riva mengaku masalah tersebut sudah diselesaikan secara musyawarah.

Pos terkait