49 Narapidana Tewas Akibat Kebakaran di Lapas Tangerang, 4 Sipir Divonis 2 Tahun Penjara

49 Narapidana Tewas Akibat Kebakaran di Lapas Tangerang, 4 Sipir Divonis 2 Tahun Penjara (Doc, tvOneNews com)

epanrita.net – Terjadi Kebakaran yang Menewaskan 49 Narapidana di Lapas Tangerang, 4 Orang Sipir jadi Tersangka dan Dituntut 2 Tahun Penjara, Simak Ulasannya Disini.

Empat sipir penjara yang didakwa kasus kebakaran Lapas Tangerang divonis dua tahun penjara.

Bacaan Lainnya

Sidang kasus kebakaran Lapas Tangerang digelar pada Selasa (2/8/2022) di Pengadilan Negeri Tangerang.

Dalam peristiwa kebakaran maut tersebut, empat orang penjaga yang duduk di kursi terdakwa adalah Suparto, Rusmanto, Yoga Wido Nugroho dan Panahatan Butar-Butar.

“Dengan ini kami memberikan tuntutan kepada empat terdakwa dengan dua tahun penjara,” ucap JPU Kejari Kota Tangerang, Oktaviandi di depan Majelis Hakim yang diketuai Aji Suryo.

Seperti yang diketahui, pada 8 September 2021, kebakaran mematikan di Blok C2 Lapas Kelas I Tangerang menewaskan 49 napi.

Dalam kasus kebakaran maut tersebut, empat sipir dari Lapas Tangerang telah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini sedang disidang di Pengadilan Negeri Tangerang.

Jaksa mengatakan, keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan sejumlah keringanan dan keberatan putusan terhadap empat sipir Lapas Tangerang.

Terdakwa mengakui perbuatannya dan memberikan informasi yang benar atas nama Panahatan Buta-Butar.

Fakta-fakta meringankan di atas sama persis dengan yang dialami oleh para terdakwa Rusmanto dan Suparto.

“Kemudian saudara Yoga hal yang meringankan bahwa terdakwa masih berusia muda dan mempunyai masa depan yang baik, akui perbuatan, terus terang berikan keterangan,” kata Oktaviandi.

Salah satu yang meringankan empat orang ini adalah keluarga dari 49 korban kebakaran telah mengajukan petisi atau surat damai.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Herman Simarmata, mengatakan para terdakwa akan mengajukan pleidoi atau surat pembelaan.

Karena keluarga korban mengirimkan surat damai dan tragedi itu adalah kecelakaan.

“Menerima saja tuntutan, tapi tanggal 23 Agustus 2022 kita lakukan pembelaan untuk masing-masing (terdakwa). Bahwa kalau dokumen mungkin sudah ada perdamaian dengan pihak keluarga daripada 49 korban,” kata Herman.

Khususnya pada tersangka Yoga, dia merupakan sipir yang masih muda, lanjut Herman, dan akan mengeluarkan fakta-fakta lain yang meringankan.

Selain itu, saat menginterogasi saksi, Yoga bersaksi bahwa dia menyelamatkan tahanan dari api yang terjebak dalam selnya.

“Ya itu dia, nanti dari fakta-fakta dimasukin dalam pembelaan,” pungkas Herman.

Seperti diketahui, pada 8 September 2021, terjadi kebakaran mematikan di Lapas Kelas I Blok C2 Tangerang, menewaskan 49 narapidana.

Penyelidikan Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa kebakaran itu disebabkan oleh kelalaian dan akhirnya menyebabkan korsleting di atap penjara.

Akhirnya, polisi menetapkan empat tersangka dalam kasus tersebut.

Pos terkait