Harapan Wapres Menara Syariah Jadi Pusat Keuangan Syariah Terbesar di Asia Tenggara

Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin. Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengharapkan Menara Syariah akan menjadi pusat keuangan syariah terbesar di Asia Tenggara. (dok.Instagram.com/@kyai_marufamin)

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengharapkan Menara Syariah akan menjadi pusat keuangan syariah terbesar di Asia Tenggara.

Selain itu diharapkan menjadi Islamic Finance Hub yang memainkan peran vital dalam industri keuangan syariah dunia.

Bacaan Lainnya

“Menara Syariah dibangun berlandaskan niat yang mulia, yaitu untuk menghadirkan pusat keuangan syariah yang pertama di Indonesia, yang nantinya kita harapkan pula menjadi yang terbesar di Kawasan Asia Tenggara,” ujar Wapres.

Ditambahkan, Menara Syariah ini adalah simbol dari harapan dan cita-cita menjadikan Indonesia sebagai pemain utama keuangan syariah dunia.

“Saya berharap pembangunannya dapat diselesaikan tepat waktu, segera difungsikan dengan baik, dan menjadi sentra aktivitas para pelaku industri keuangan syariah maupun pelaku bisnis syariah lainnya,” ujarnya.

Diharapkan para pemangku kepentingan ekonomi dan keuangan syariah, seperti Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dapat memanfaatkan keberadaan Menara Syariah ini secara optimal.

Khususnya sebagai pusat berlangsungnya koordinasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air.

Gedung perkantoran, fasilitas ritel, dan berbagai sarana yang tersedia, dapat menjadi tempat bisnis, niaga, komersial bahkan rekreasi.

Tentu ini akan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan iklim investasi, dan menggerakkan aktivitas industri halal, serta bisnis dan kewirausahaan syariah.

Terlebih, lanjut Wapres, saat ini Indonesia telah diakui dunia internasional siap menjadi pendorong utama pertumbuhan dan inovasi ekonomi syariah, sebagaimana dilansir dalam State of The Global Islamic Economy Report 2022.

“Di satu sisi, kita memiliki potensi demografi, yaitu populasi muslim terbesar di dunia. Di sisi lain, penilaian ini tentu juga tak lepas dari berbagai capaian dan langkah strategis yang telah diambil pemerintah,” ucap Wapres.

Antara lain melalui katanya pembentukan KNEKS, pengelolaan dana haji, serta dukungan terhadap layanan keuangan syariah berbasis teknologi, asuransi syariah, dan manajemen aset.

Bahkan, Indonesia saat ini telah menjadi penerbit sukuk terbesar di dunia,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, kata Wapres, bangsa Indonesia saat ini juga patut bersyukur karena industri keuangan syariah turut menjadi bagian dari upaya pemulihan ekonomi bangsa pascapandemi.

“Beragam faktor ini memberikan atmosfer positif dan membangkitkan kepercayaan dan harapan, bahwa industri jasa keuangan syariah Indonesia akan berkembang semakin pesat, baik di tingkat domestik maupun global,” ungkapnya.

Wapres mengatakan pengembangan industri jasa keuangan syariah bukan sekadar buah komitmen tinggi pemerintah, sinergi kementerian dan lembaga serta dukungan regulator, melainkan juga partisipasi aktif dari pelaku industri dan kalangan dunia usaha.

“Menara Syariah yang akan kita saksikan peresmian topping off-nya hari ini adalah wujud nyata daripada kontribusi kalangan dunia usaha, yakni melalui penyediaan infrastruktur berupa kawasan pusat keuangan syariah internasional,” ucap Wapres.

Menara Syariah merupakan hasil kerja sama Agung Sedayu Group, Salim Group, Matrix Concepts Holding Berhad Malaysia, PT Fin Centerindo Satu, serta para investor dalam dan luar negeri lainnya.***

Pos terkait