Sah! Gugurkan SK Menkumham, Pengadilan Kuatkan H. Syamsudin Sebagai Ketua Umum Sulit Air Sepakat

Didampingi tim kuasa hukumnya, H. Syamsudin Ketua Umum DPP SAS 2022-2026 memegang putusan pengadilan yang mensahkan kepemimpinannya. (dok.HALLO INDONESIA/Jan Arie)

Dualisme ormas Sungai Air Sepakat (SAS) akhirnya berakhir. Itu terjadi setelah Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta mengeluarkan putusannya pada tanggal 11 Agustus 2022.

Ada 3 pokok perkara yang diputuskan oleh Majelis Hakim yang diketuai oleh Mohamad Syauqie, SH, MH terhadap ormas yang beranggotakan masyarakat perantauan Sulit Air, Kabupaten Solok, Sumatera Barat itu.

Diantaranya adalah mengabulkan gugatan penggugat, yaitu DPP SAS, untuk seluruhnya.

Selain itu, pengadilan juga membatalkan Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menhukham) nomor AHU-0000001.AH Tahun 2022 tentang Persetujuan Perubahan Perkumpulan Sulit Air Sepakat.

Dalam putusan tersebut juga, Menkumham sebagai pihak tergugat diwajibkan mencabut SK Menkumham yang menjadi obyek perkara serta membayar biaya perkara sebesar Rp 522.300.

“Alhamdulillah tanggal 18 Agustus 2022, sehari sebelum hari Kemerdekaan, keluar putusan yang mengabulkan seluruh isi gugatan kami,” ucap Afdhal Muhammad SH, kuasa hukum DPP SAS yang diketuai H Syamsudin di kantornya, di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat (22/8).

Seperti diketahui, dualisme SAS terjadi antara kubu H. Syamsudin dengan Hapy Bone Zulkarnaen. Yaitu setelah kubu Happy Bone Zulkarnaen memaksakan menyelenggarakan Musyawarah Besar (mubes) pada Mei 2021 yang hanya diikuti 24 cabang SAS.

“Padahal sesuai AD/ART, Mubes digelar di Sungai Air oleh DPP dan harus diikuti 50+1 cabang,” kata Ifdhal.

Afdhal mengakui, tahun 2021 seharusnya SAS memang dijadwalkan menggelar Mubes untuk memilih ketua umumnya. Namun karena pandemi, jajaran DPP SAS yang dikomandoi H. Syamsudin tidak bisa menggelarnya.

“Bagaimana mau menggelar mubes di kampung, kami kerja saja harus WFH, karena saat itu pandemi sedang tinggi-tingginya,” kata Afdhal.

Karena itulah, H. Syamsudin dan tim kuasa hukumnya mensyukuri putusan tersebut. Dengan putusan tersebut, berarti konflik yang terjadi di ormas yang ia pimpin itu telah berakhir.

“Putusan ini akan kami sampaikan ke semua cabang untuk lebih memperkuat organisasi kami,” kata H. Syamsudin.

Sementara untuk kubu lawannya, H Syamsudin siap merangkul mereka kembali ke dalam organisasi.

“Pastinya kita tetap merangkul semua cabang yang ingin berbaik hati dan berfikir postif. Mereka akui kepengurusan kami, meminta maaf, silahkan kembali,” ucap H. Syamsudin.

H. Syamsudin sendiri baru saja kembali terpilih sebagai Ketua Umum DPP SAS periode kedua, 2022-2026. Keterpilihan itu terjadi dalam Mubes SAS ke-23 di Nagari Sulit Air, Mei 2022 silam yang diikuti 60 DPC SAS.***

Pos terkait