Berulang Kali Diterjang Banjir Lahar Semeru, Proyek Pembangunan Jembatan Kajar Kuning Akhirnya Kelar

Jembatan Kajar Kuning, Lumajang, yang putus akibat APG Gunung Semeru diresmikan Gubernur Jatim. ( Dok. Sumber : tim tvone - wawan sugiarto )

epanrita.net – Lumajang, Jawa Timur – Upaya pembangunan sejumlah infrastruktur yang rusak akibat bencana awan panas guguran Gunung Semeru, 4 Desember 2021 silam, satu persatu kini mulai rampung dikerjakan. Salah satunya Jembatan Kajar Kuning, yang terletak di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, yang difungsikan sebagai jembatan darurat penghubung antara Lumajang dan Pronojiwo maupun Kabupaten Malang.

Jembatan baru ini dibangun sejak awal Bulan Maret lalu dengan konstruksi beton, panjang 10 meter dan lebar 7 meter, dengan tinggi 5 meter dari dasar sungai.

Bacaan Lainnya

“Sejak awal pembangunan pada Bulan Maret lalu, kita sempat terkendala cuaca dan alam. Banjir lahar sering datang, sehingga cukup menganggu proses pengerjaannya,” kata Cylvie Nuraini, selaku Founder dan CEO Aurum Grup Indonesia, Jumat (19/8).

Lebih lanjut Sylvie menjelaskan bahwa total anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan jembatan ini sebesar Rp2,4 miliar, yang merupakan Corporate Social Responsibility(CSR) darurat perusahaan yang bergerak di bidang konsultan bisnis dan manajemen.

“Kita berharap dengan rampungnya jembatan yang akan diresmikan secara langsung oleh Ibu Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dapat membantu percepatan roda perputaran ekonomi Lumajang, pasca terjadinya bencana erupsi Gunung Semeru di akhir 2021 lalu,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terbangun, sehingga pembangunan Jembatan Kajar Kuning yang merupakan akses jalan krusial bagi warga Lumajang, yang menghubungkan antara Lumajang dan Kota Malang, melalui Desa Sumber Wuluh di kecamatan Candipuro ini, terwujud.

“Kami memberikan apresiasi atas sinergi pentahelix bagi terwujudnya pembangunan Jembatan Kajar Kuning, dengan melibatkan dukungan konkret pelaku usaha, dalam hal ini Aurum Group Indonesia, yang berkolaborasi dengan Bupati Lumajang, Dinas PUPR, serta instansi terkait lainnya. Dengan beroperasinya jembatan ini, mobilisasi ekonomi masyarakat dan konektivitas sosial semakin dapat digiatkan kembali,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq juga menegaskan pentingnya keberadaan Jembatan Kajar Kuning baru ini.

“Jembatan Kajar Kuning dipersembahkan bagi seluruh lapisan masyarakat Lumajang agar semakin berdaya, produktif, dan nyaman dalam melintasi jembatan vital ini,” kata Cak Thoriq.

Bupati juga berharap, dengan diselesaikannya jembatan ini dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi aktivitas ekonomi keseharian masyarakat, terutama bagi yang terimbas akibat erupsi Gunung Semeru.

Sebelumnya, pada Bulan Januari 2022 silam, Jembatan Kajar Kuning ini putus akibat diterjang banjir lahar dingin Gunung Semeru.

Akibat putusnya jembatan ini, praktis aktivitas warga menjadi lumpuh dan terisolir. Upaya pembangunan jembatan darurat dari bambu dan batang pohon kelapa, juga berulang kali dilakukan, namun kembali hancur diterjang banjir lahar dingin susulan.

Pos terkait