Pemerintah Kota Bandung Akan Bongkar 21 Halte Dalam Waktu Dekat

Pemerintah Kota Bandung Bongkar 21 Halte Yang Senilai Hampir Rp 2 Miliar ( Dok. Pikiran Rakyat )

epanrita.net – Dalam waktu dekat, sebanyak 21 halte akan dibongkar di Kota Bandung, Jawa Barat.

Pemerintah Kota Bandung (Pemkot) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menyelesaikan pembongkaran 21 shelter melalui Metro Bandung (TMB) dan angkutan umum.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, sebagian besar halte yang pembangunannya menelan biaya lebih dari Rp 2 miliar itu sebagian besar sudah tidak digunakan lagi dan sisanya dialihfungsikan menjadi tempat gelandangan dan pedagang kaki lima (PKL).

Menanggapi hal tersebut, Yudi Cahyadi, Ketua DPRD C Kota Bandung, mengatakan rencana pembangunan halte tersebut belum cukup matang, dengan pembongkaran halte dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Bandung.

“Meskipun ini keterkaitan dengan program sebelumnya, namun pada intinya tetap Pemkot Bandung, baik itu kepemimpinan sebelumnya dan sebelumnya, tapi ini tanggung jawab Pemerintah Kota Bandung. Jadi dari sisi perencanaan saya lihat kurang matang,” ujar Yudi melalui keterangan resminya dikutip Senin, 15 Agustus 2022.

Keberadaan halte ini tetap diperlukan karena merupakan tempat naik turunnya penumpang angkutan umum, namun penambahan halte harus ditinjau dan dievaluasi terlebih dahulu.” Salah satunya terhubung dengan transportasi umum.

“Karena saya juga dapat informasi dari Pemkot Bandung beberapa rute angkot akan dievaluasi dan beberapa konversi angkot tersebut pada transportasi banyak angkut penumpang rencana akan dilaksanakan di 2023,” katanya.

Ia mengatakan, rencana pembangunan lokasi halte bus seharusnya sudah merupakan hasil penelitian. Ini karena, seperti lokasi, pola pemeliharaan, dan jenis moderasi, semuanya tidak dapat diedit.

“Ketika halte dibangun, harus ada petugas lakukan pengawasan dan pemeliharaan rutin ada petugas khusus untuk mengontrol itu,” tuturnya.

Panji Kharismadi, yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Prasarana Pelayanan Transportasi Kota Bandung, menjelaskan biaya pembongkaran terminal tersebut sebesar Rp 190 juta, termasuk biaya pembangunan kembali dermaga pasca pembongkaran.

“Satu halte itu sekitar Rp10 jutaan, cuma penyerapan kondisinya berbeda-beda. Mungkin di halte ini biaya bongkar dan renovasinya lebih murah. Jadi tidak bisa disamaratakan, harga paving block juga beda-beda, tergantung haltenya,” ujar Panji Kharismadi saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Dia menegaskan, pembongkaran halte dilakukan untuk mengembalikan fungsi trotoar karena kendala halte karena terbengkalai dan berganti pekerjaan.

“Secara fungsi (halte yang dibongkar) sudah banyak berubah, ada yang jadi tempat tinggal PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial), ada yang jadi tempat menyimpan sayur, ada yang dipakai jualan burung, dan ada yang karena rekayasa lalu lintas atau perubahan rute tidak dipakai,” katanya.

Selain itu, pihaknya masih menyiapkan halte lain untuk pertimbangan teknis dan lainnya, yang tidak menutup kemungkinan akan dibongkar.

Pos terkait