Wali Kota Eri Larang Lurah dan Camat di Surabaya Minta Fotokopi KTP dan KK Warga, Ada Apa?

Wali Kota Eri Larang Lurah dan Camat di Surabaya Minta Fotokopi KTP dan KK Warga, Ada Apa? (dok.antaranew.com)

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, meminta seluruh jajarannya untuk tidak lagi meminta fotokopi KTP dan KK saat penyaluran bantuan. Seluruh data warga sudah terekam di aplikasi Sayang Warga.

Instruksi ini juga berlaku untuk tingkat kelurahan, kecamatan, dan fasilitas pelayanan masyarakat. Eri menghilangkan syarat fotokopi KTP dan KK.

Bacaan Lainnya

“Kalau ada anak buah saya yang minta data KTP atau KK, nggak usah dikeki (jangan diberi). Saya haramkan lurah, camat dan puskesmas njaluk (minta) fotokopi KTP dan KK, ini koreksi betul buat kami,” kata Eri di Surabaya, Rabu (3/8/2022).

Eri menjelaskan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sudah pasti terdaftar di aplikasi Sayang Warga. Sehingga para lurah, camat dan pengelola puskesmas tak perlu lagi meminta salinan KTP atau KK warga yang akan dibantu.

“Ketika data warga sudah masuk ke aplikasi Sayang Warga, itu tidak perlu membuat laporan lagi, cukup itu tok (itu saja), apa lagi minta fotokopi KTP,” katanya.

Selanjutnya, Eri menyampaikan, pendataan warga harus sudah terintegrasi satu sama lain. Baik dari kelurahan, kecamatan hingga ke OPD terkait.

Masih adanya sistem administrasi manual tersebut, menurut dia, perlu diperbaiki dan dievaluasi. Ini agar pelayanan ke depannya semakin baik.

“Kalau sudah ada aplikasi tapi masih diminta berkas, yo onok sing salah (ada yang salah) di sistem itu. Saya bilang ke semua kader, kalau diminta (fotokopi KTP dan KK) jangan kasih. Smartcity yo ngene iki (ya seperti ini) harus terintegrasi,” pungkasnya. [asg/beq]

Pos terkait