Ternyata Louis Van Gaal Sosok Dibalik Kecintaan Matthijs De Ligt Terhadap Bayern Munich

Ternyata Louis Van Gaal Sosok Dibalik Kecintaan Matthijs De Ligt Terhadap Bayern Munich (Doc, Detikcom)

Van Gaal adalah mantan manajer Bayern Munich dan menyarankan De Ligt untuk mengambil lompatan ketika memilih klub berikutnya.

Matthijs de Ligt telah mengungkapkan bahwa dia pernah dinasehati oleh Louis van Gaal bahwa dia akan “jatuh cinta” dengan Bayern Munich.

Bacaan Lainnya

Dan benar saja ucapan tersebut, De Ligt menyelesaikan kepindahannya dari Juventus ke Bayern pekan ini sebagai salah satu rekrutan utama klub Bayern musim panas ini.

Akan tetapi, sebelum keputusan bisa diambil, de Ligt menyempatkan diri berdiskusi dengan Van Gaal, manajer tim nasionalnya, yang juga mantan manajer Bayern Munich.

De Ligt juga menyatakan kekagumannya kepada manajer baru Julian Nagelsmann setelah tiba di klub.

Apa kata de Ligt tentang nasihat Van Gaal?

“Pada awal musim panas saya mendiskusikan masa depan saya dengan Van Gaal dan dia tidak punya apa-apa selain kata-kata bagus untuk Bayern,” kata De Ligt.

“Ia memuji filosofi mereka [Bayern] dan mengatakan kepada saya bahwa jika saya pergi ke sana, saya akan jatuh cinta pada mereka.”

Mengenai Nagelsmann, De Ligt mengatakan bahwa ia yakin pelatih asal Jerman itu dapat membantunya mengembangkan bakatnya, ia kemudian mengatakan: “Ia menunjukkan bahwa orang-orang muda yang bersamanya bisa tumbuh dan berkembang. Saya masih melihat diri saya seperti itu dan ingin berkembang.”

Apa yang dicapai Van Gaal di Bayern?

Sudah menjadi manajer yang sukses ketika tiba di Munich, Van Gaal ditunjuk raksasa Bundesliga pada tahun 2009, mengatasi awal yang sulit untuk menyelesaikan gelar ganda domestik dan lolos ke final Liga Champions.

Akan tetapi, Bayern menurun performanya di musim kedua mereka dan akhirnya dipecat pada April 2011, kurang dari dua menjabat, dan kemudian club mengkonfirmasi bahwa Van Gaal akan meninggalakan club pada akhir musim.

Warisannya telah membantu Bayern terus mendominasi sepak bola domestik sejak saat itu. Van Gaal mendorong Thomas Muller ke starting lineup dan menjadikan Bastian Schweinsteiger sebagai gelandang bertahan. Kedua pemain tersebut merupakan panggilan penting untuk membantu klub dan timnas Jerman.

Pos terkait