Awas Telat Bayar Iuran BPJS Bisa Kena Denda Hingga 30 Juta, Jangan Sampai Nunggak!

Batas terakhir jatuh tempo bayar iuran BPJS kesehatan, agar tidak kena sanksi. (Dok.Liputan6 com)

epanrita.net – Denda BPJS Kesehatan berlaku bagi peserta mandiri yang terlambat membayar iuran per bulan, berikut batas jatuh tempo bayar iuran BPJS agar tidak kena denda.

Membayar Iuran BPJS Kesehatan setiap bulan merupakan salah satu kewajiban peserta. Namun pertanyaannya, kapan batas waktu pembayaran BPJS Kesehatan?

Bacaan Lainnya

Peserta mandiri wajib membayar iuran bulanan kepada BPJS Kesehatan paling lambat tanggal 10 setiap bulannya. Jika hari kesepuluh (10) adalah hari libur, biaya berlangganan dibayarkan pada hari kerja berikutnya.

Peserta berisiko terkena sanksi BPJS kesehatan jika pembayaran tidak segera dilakukan (nunggak). Aturan denda BPJS kesehatan diatur dalam Peraturan Presiden Pasal 42 (Perpres) No. 2022 tentang jaminan kesehatan 64.

Pasal tersebut sudah diatur bahwa peserta BPJS Kesehatan yang tidak membayar iurannya akan dikenakan sanksi penghentian sementara kepesertaan dan denda.

“Dalam hal Peserta dan/atau Pemberi Kerja tidak membayar iuran sampai dengan akhir bulan berjalan maka penjaminan peserta diberhentikan sementara sejak tanggal 1 bulan berikutnya,” bunyi ayat 1 pasal 42 perpres tersebut, dilansir dari detikcom.

“Dalam waktu 45 hari sejak status kepesertaan aktif kembali sebagaimana dimaksud pada ayat (3), ayat (3a), dan ayat (3b), Peserta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib membayar denda kepada BPJS Kesehatan untuk setiap pelayanan kesehatan rawat inap tingkat lanjutan yang diperolehnya,” tulis ayat 5 pasal 42 perpres tersebut.

Denda Keterlambatan Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan

Peserta yang terlambat membayar iuran BPJS Kesehatan tidak perlu khawatir. Pasalnya, denda tersebut tidak diberikan kepada seluruh peserta yang terlambat atau masih memiliki tunggakan iuran BPJS kesehatan.

Oleh sebab itu, peserta BPJS Kesehatan yang menunggak donasinya akan dibekukan kepesertaannya untuk sementara. Untuk mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan, peserta harus membayar biaya langganan yang telah jatuh tempo atau melunasi tunggakan.

“Untuk mempertahankan status kepesertaan aktif, Peserta wajib melunasi sisa Iuran bulan yang masih tertunggak sebagaimana dimaksud pada ayat (3a) huruf c seluruhnya paling lambat pada tahun 2021,” jelas ayat 3b pasal 42.

Akan tetapi, mereka yang menerima perawatan rawat inap harus membayar denda. Tidak main-main. Peserta yang menunggak BPJS Kesehatan dikenakan denda sebesar 5% atau paling banyak Rp 30 juta.

“Denda sebagaimana dimaksud pada ayat (5) yaitu sebesar 5% dari perkiraan biaya paket Indonesian Case Based Groups (INA-CBGs) berdasarkan diagnosa dan prosedur awal untuk setiap bulan tertunggak dengan ketentuan: a) jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 (dua belas) bulan; dan b) besar denda paling tinggi Rp 30.000.000,” terang ayat 6 pasal 42.

Namun, denda sebesar 5% atau hingga Rp 30 juta hanya berlaku untuk peserta bukan Penerima Bantuan Iuran (PBI), Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP). Sebab, pemerintah menanggung andil dari ketiga kelompok tersebut dibayarkan oleh pemerintah.

Dengan demikian, untuk menghindari denda BPJS Kesehatan, jangan sampai telat bayar iuran bulanan! Batas akhir pembayaran iuran BPJS Kesehatan adalah tanggal 10 setiap bulannya.

Pos terkait