Update terbaru Populasi burung cangkurileung masih banyak di Kota bandung

Update terbaru Populasi burung cangkurileung masih banyak di Kota bandung ( Dok. Pintar pet )

epanrita.net – Burung pipit atau di sebut burung cangkurileung menjadi logo Hari Jadi ke 212 Kota Bandung.

Burung pipit oleh masyarakat Bandung dikenal dengan sebutan Manuk Cangkurileung merupakan lambang HUT Kota Bandung yang ke-212. Seperti diketahui, burung ini tergolong spesies endemik yang masih ditemukan di Kota Bandung.

Bacaan Lainnya

Lantas, bagaimana keberadaan burung ini di kota Bandung saat ini?

Profesor Johan Iskandar, Guru Besar Etnobiologi Universitas Padjadjaran, mengatakan populasi Cangkurileung Bandung masih besar.

“Secara umum memang Burung kutilang atau cangkurileung di Kota Bandung masih kategori banyak ditemukan,” Pada Hari Rabu (3/8/2022).

Johan mengatakan, tempat Cangkurileung ini banyak ditemukan di kawasan hijau Bandung, pekarangan rumah warga, dan kebun di bantaran Sungai Cikapundung.

“Habitatnya kalau di pedesaan burung ini secara umum di semak belukar, karena makanannya buah-buhan yang ada di semak belukar, kalau di hutan ada di pepohonan, kemudian kebun juga,” ungkapnya.

Menurutnya, hanya ada satu jenis Cangkurileung, namun masyarakat Bandung memiliki nama yang unik untuk perbedaan warna burung ini.

“Tapi biasanya penduduk lokal, berdasarkan pengalaman dari leluhurnya bisa membedakan macam-macam variasi dari cangkurileung, jadi jenis yang sama ada variasi, ada variasi warna sehingga mereka ada yang menyebutkan Cangkurileung kapas karena warnanya cenderung putih, juga ada Cangkurileung tikotok warnanya agak kotor tidak terlalu bersih,” penjelasnya.

Selain itu, Cangkurileung bukanlah burung yang dilindungi karena populasinya masih tinggi.

“Secara umum cangkurileung masih kategori spesies umum belum dikategorikan langka karena jumlahnya di alam masih banyak ditemukan dan bisa ditemukan di mana-mana,” tuturnya.

Selain itu, burung ini diperdagangkan dan biasanya dipelihara oleh masyarakat.

“Betul, mudah dipelihara, makanannya juga bisa dikasih makan pisang, pepaya, memang dari dulu ini burung peliharaan, tapi harganya tidak semahal burung kontes seperti cucakrawa, mungkin kurang menarik dibandingkan cucakrawa,” pungkasnya.

Pos terkait