Dijatuhi Hukuman Mati Tersangka Randy Pembunuh Ibu dan Anak di Kupang

Pelaku pembunuhan terhadap ibu dan anak dijerat hukuman mati oleh pengadilan negeri di Kupang. (Dok.VOI id)

epanrita.net – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kupang menjatuhi Randy Badjideh alias Randy dengan pidana mati. Dia terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap ibu dan anaknya.

Hakim Pengadilan Negeri Kelas IA di Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang diketuai Wari Januarti, memvonis hukuman mati terhadap Randy Badjideh atau akrab disapa Randy. Randy didakwa atas pembunuhan ibu dan anak bernama Astrid Manafe dan Lael Maccabe pada akhir Agustus 2021.

Bacaan Lainnya

Dilansir dari Antara, Rabu (24/8/2022) bahwa hakim membacakan vonis mati pada sidang lanjutan kasus pembunuhan ibu dan anak yang digelar di Pengadilan Negeri Kupang.

“Menyatakan terdakwa Randy Badjideh alias Randy telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan melakukan kekerasan terhadap anak mengakibatkan mati yang dilakukan oleh orang tuanya, dan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana mati,” kata hakim Wari Januarti saat membacakan putusan.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Kupang menyetujui permintaan jaksa yang sebelumnya mendakwa Randy dengan hukuman mati.

Hal ini tunduk pada Pasal 340 KUHP dan Pasal 338 KUHP serta sesuai dengan UU no 35, Pasal 80, Ayat 3 dan 4, dan Pasal 76 C Tahun 2014 Perubahan ata UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sehubungan dengan Pasal 55 KUHP.

Dalam putusannya, hakim mengungkapkan bahwa terdakwa Randy telah merencanakan untuk membunuh korban, mantan pacar dan putranya.

Dalam persidangan terungkap bahwa terdakwa Randy mencekik Astri dan anaknya dengan kedua tangan. Setelah pemeriksaan dokter forensik terhadap tubuh Astrie dan anaknya yang menemukan tanda-tanda sesak napas dan pencekikan.

Majelis hakim juga mengungkap Randy terbukti membunuh dua korban secara sah pada Sabtu, 28 Agustus 2021.

Jenazah kedua korban secara tidak sengaja ditemukan oleh pekerja proyek SPAM Kali Dendeng pada November 2021 3 bulan setelah kejadian pembunuhan, saat menggali pipa air di kecamatan Alak Kota Kupang.

Pos terkait