Hasil Pemeriksaan Polisi Terkait Penganiayaan Guru Terhadap Murid Akan Disampaikan ke Pihak Skolah

Polisi akan memberikan hasil pemeriksaan kasus penganiayaan guru terhadap murid ke pihak skolah. (Dok.VOI)

epanrita.net – Polisi masih mengusut dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh guru SMK 1 Jakarta Pusat terhadap seorang siswa. Kasus ini dilaporkan oleh orangtua korban ke Polsek Sawah Besar.

Kasus kekerasan seorang guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terhadap murid di Jakarta Pusat masih dalam penyelidikan. Polisi akan bertemu di sekolah lusa.

Bacaan Lainnya

“Hari Senin (22/8) kita akan menemui wakil kepala sekolah bidang kesiswaan,” kata Kapolsek Sawah Besar AKP Patar Bona saat dimintai konfirmasi, Sabtu (20/8/2022).

Patar Bona mengatakan beberapa hal akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Ini termasuk hasil penyelidikan polisi dan tindak lanjut sekolah.

“Menjelaskan perkembangan hasil penyelidikan. Sekaligus menanyakan seperti apa langkah dari pihak sekolah,” tuturnya.

Dia menyebutkan telah menginterogasi total 6 saksi dalam kasus terkait soal penganiayaan tersebut. Dia mengatakan telah menyelidiki siswa dan guru terkait kasus penganiayaan.

“Sudah 6 orang. Termasuk saksi pelapor, dan saksi terlapor,” katanya.

“Jadi, 1 saksi pelapor, 3 orang siswa, 1 orang guru, dan 1 terlapor (sudah diperiksa),” imbuhnya.

Kronologi Penganiayaan

Pemukulan terjadi pada Jumat (12/8). Saat itu, korban dipanggil ke ruang guru bersama siswa lainnya.

Guru tersebut menuduh korban terlibat kasus pemalakan adik kelas. Tak mau mengakui, R siswa kelas 12 itu langsung dianiaya guru matematikanya yang berinisial HT.

Penganiayaan hingga ditendang itu mengakibat kan R mengalami luka memar di bagian mata.

Pelipis kanan R menunjukkan memar yang menutupi mata. Korban juga mengalami luka di bagian mulutnya. Ayah korban tidak terima dengan keadaan tersebut dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sawah Besar.

Pos terkait