Kena OTT KPK, Rektor Unila Karomani Punya Harta Kekayaan Sampai Rp 3,1 Miliar

Kena OTT KPK, Rektor Unila Karomani Punya Harta Kekayaan Sampai Rp 3,1 Miliar ( Dok. Kompas com )

epanrita.net – Inspektur Unila Karomani, yang dituduh menerima suap sehubungan dengan penerimaan mahasiswa baru mandiri, memiliki aset Rs 3.186.500.461 atau Rs 3,1 miliar.

Sementara itu, Karomani terlibat dalam operasi penembakan oleh KPK (OTT) di Bandung dan Lampung. Saat ini, KPK menangkap enam orang lagi.

Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diberikan Karomani pada 22 Maret tahun ini, asetnya pada 2021 terdiri dari tanah untuk uang.

Karomani mencatat dalam laporan bahwa ia memiliki sembilan tanah dan bangunan, 300 meter persegi tanah dan bangunan di Bandar Lampung senilai Rs 82.320.000, dan 1.011 meter persegi tanah di Bandar. Kota Lampung senilai 300 juta rupiah.

Kemudian, nilai tanah 400 meter persegi di kota Lampung Selatan akan senilai Rp 59 juta, nilai 72 meter persegi di kota Serang akan senilai Rp 72 juta, dan luas tanah dan bangunan di kota Serang akan dihargai 72 meter persegi. 130 juta.

Semua bidang tanah dan bangunan dicatat sebagai hasil sendiri.

Karomani juga memiliki beberapa bidang tanah warisan di Kota Pandeglang seluas 2.796 meter persegi dan senilai Rs 148.800.000.

Kemudian 582 meter persegi tanah di kota Pandeglang adalah 29.100.000 rupee, dan 1.517 meter persegi tanah adalah 53.095.000 rupee.

Karomani juga tercatat memiliki Honda Beat 2010 (8 juta rupee) dan sedan Suzuki Baleno 2008 (95 juta rupee).

Karomini juga tercatat memiliki aset berupa harta pribadi lainnya sebesar Rs 91.100.000 dan kas dan setara kas sebesar Rs 2.594.955.262.

Ia tercatat memiliki utang sebesar 476.869801 rupee. Dengan demikian, total asetnya adalah Rp 3.186.500.461.

KPK sebelumnya mengumumkan penangkapan Karomani pagi ini dalam operasi penangkapan over-the-counter (OTT) yang diadakan pada Sabtu (20 Agustus 2022) Sabtu (20 Agustus 2022).

OTT yang digelar di Bandung, Jawa Barat, dan Lampung ini berhasil mengamankan 7 orang termasuk pejabat dari kampus Karomani dan Yonila.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Karamani didakwa menerima suap terkait penerimaan mahasiswa baru mandiri di Unila.

Saat ini, Karomani dan enam orang lainnya sedang menjalani pemeriksaan di gedung KPK.

“KPK masih menggali keterangan dan klarifikasi terhadap pihak-pihak yang ditangkap,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri

Pos terkait