Kasus Kekerasan Guru SMK 1 Jakarta Terhadap Murid Berujung Proses Pidana

Penganiayaan guru SMK 1 Jakarta terhadap murid berujung proses hukum. (Dok.Pikiran Rakyat com)

epanrita.net – Kasus kekerasan guru SMK 1 Jakarta terhadap murid berujung proses pidana di kepolisian. Kini Polres Metro Jakarta Pusat tengah melakukan penyelidikan.

Polisi sedang menyelidiki dugaan penganiayaan salah satu siswa oleh oknum guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jakarta Pusat. Polisi me wmeriksa wali kelas siswa tersebut.

Bacaan Lainnya

“Yang bersangkutan kita periksa sebagai salah satu guru saja, mewakili pihak sekolah. Sebagai wali kelas,” kata Kapolsek Sawah Besar AKP Patar Bona saat dimintai konfirmasi, Sabtu (20/8/2022).

Patar Bona mengatakan wali kelas siswa itu diperiksa pada Kamis (18/8). Polisi telah menyelidiki 6 saksi sejauh ini dengan tuduhan penganiayaan itu.

“Jadi 1 saksi pelapor, 3 orang siswa, 1 orang guru, dan 1 terlapor (yang sudah diperiksa),” ujarnya.

Ia menambahkan, masih ada saksi lain yang akan dimintai keterangan. Ia mengatakan, salah satu mahasiswa yang menjadi saksi penganiayaan tersebut akan diperiksa besok lusa, Senin (22/8).

“Masih ada 1 lagi siswa yang harus diperiksa, namun kemarin yang bersangkutan sakit. Sebagai saksi mata juga. Mungkin hari Senin (diperiksanya),” ucapnya.

Sebelumnya, kasus penganiayaan guru terhadap siswa di sekolah menengah kejuruan (SMK) sedang diselidiki di Jakarta Pusat. Penyidik ​​memeriksa lima saksi.

“Saksi sudah diperiksa dari pihak sekolah kemudian dari kawan-kawan korban lebih dari lima orang,” kata Kapolsek Sawah Besar AKP Patar Bona saat dihubungi, Kamis (18/8).

Guru yang dituduh melakukan penganiayaan itu diketahui sebagai guru matematika berinisial HT. Sedangkan korban adalah siswa kelas 12 berinisial R.

Iptu Wildan, Kanit Reskrim Polsek Sawah Besar, dihubungi untuk mengungkap latar belakang korban. R dikenal sebagai putra seorang prajurit TNI.

“Benar.” kata Wildan. Dia menjawab apakah korban adalah anak seorang prajurit TNI.

Pos terkait