Dua Polisi Yang Di Tusuk Curanmor, Sempat Dirawat Tapi Kini Sudah Di Perbolehkan Pulang

Dua Polisi Yang Di Tusuk Curanmor, Sempat Dirawat Tapi Kini Sudah Di Perbolehkan Pulang ( Dok. Kompas com )

epanrita.net – Dua petugas yang ditikam oleh seorang penadah sepeda motor curian, Kini bisa pulang ke rumah setelah mendapat perawatan di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Kompol Kombes Komarudin mengatakan dua anggotanya, Aiptu Bambang dan Vripka Puji Hartono, akan menjalani perawatan di poliklinik rawat jalan sebelum kembali bekerja.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, seorang warga sipil korban penyerangan masih menjalani perawatan usai menjalani operasi.

“Jadi dua orang anggota sudah dipebolehkan pulang. Tinggal satu lagi warga sipil yang masih dirawat karena harus di operasi,” ujar Komarudin, saat dikonfirmasi, Sabtu (20/8/2022).

Aiptu Bambang dan Bripka Puji Hartono adalah penyidik ​​di Polres Tanah Abang. Mereka menjadi korban penusukan oleh seorang kolektor sepeda motor curian.

Penusukan terjadi pada Kamis (18/8/2022) sekitar pukul 21.00 WIB di Jalan Aryawangsakara, Desa Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Banten.

Kapolda Metro Tangerang Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, keduanya mengalami luka tusuk di paha kanan dan bahu kiri.

“PH mengalami luka tusuk di bagian paha kanan dan BS tertusuk di bagian pundak kiri,” ujar Zain dalam keterangannya, Jumat (19/8/2022).

Sementara itu dua warga yang juga terkena tusukan adalah J dan TF. Mereka Mengalami Luka sobek di bagian perut.

Penusukan terjadi saat dua orang penyidik ​​Polsek Tanah Abang membawa tersangka perampokan berinisial MK untuk mengembangkan kasus di Desa Uwung Jaya.

Setibanya di lokasi, polisi korban berusaha menangkap dua pengedar berinisial DI dan S.

“Namun, pelaku DI melakukan perlawanan dengan langsung mencabut senjata jenis pisau sangkur dan melakukan penusukan secara membabi buta,” jelas Zain.

Korban lain di tempat kejadian juga ditikam dengan pisau. MK, DI dan S untuk sementara diamankan di Polsek Jatiuwung, Polres Metro Kota Tangerang.

“Korban penusukan saat ini sedang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Anisa Kota Tangerang, dan 2 orang dirujuk ke RS Kramatjati,” imbuh Zain.

Ia didakwa melakukan penusukan dan pembunuhan dengan senjata tajam sesuai dengan Pasal 170 KUHP dan Pasal 12 Ayat 2 Ayat 1 Undang-Undang Darurat 1951.

Pos terkait