KPK Tetapkan Eks Kepala BPKAD Jawa Timur Sebagai Tersangka Suap Bantuan Keuangan

KPK Tetapkan Eks Kepala BPKAD Jawa Timur Sebagai Tersangka Suap Bantuan Keuangan ( Dok. Kompas com )

epanrita.net – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Budi Setiawan, mantan Direktur Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKAD) Jawa Timur.

Budi yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) 2017-2019 ditangkap dalam kasus suap alokasi bantuan keuangan kepada Pemerintah Jawa Timur (BK).

Bacaan Lainnya

Juru sita KPK Karyoto mengatakan kasus tersebut merupakan perpanjangan dari kasus suap yang menipu Bupati Tulungagung saat itu, Syahri Mulyo dan Direktur PT Kediri Putra Tigor Prakasa.

Setelah pihaknya melakukan penyelidikan dan menemukan bukti permulaan yang cukup, Karyoto mengatakan Budi telah ditetapkan sebagai tersangka.

“KPK meningkatkan pada proses penyidikan dengan menetapkan tersangka Budi Setiawan,” kata Karyoto dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (19/8/2022).

Karyoto mengatakan, Budi akan ditahan di Rutan KPK Lot C1 selama 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan. Jangka waktu penahanan mulai 19 Agustus hingga 7 September.

Budi dituduh menerima suap untuk membantu mengucurkan dana bantuan keuangan kepada pemerintah daerah Jawa Timur untuk Kabupaten Tulungagung saat bekerja dengan BPKAD senilai Rs 3,5 miliar.

Sementara itu, Budi juga turut memberikan bantuan dana untuk Kabupaten Tulungagung selama menjabat sebagai Bappeda. Ia dituduh menerima suap senilai Rp 6,75 miliar.

Budi kemudian mengacu pada Undang-Undang Nomor 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 31 sehubungan dengan perubahan UU No. 2001. UU No. 1999, sebagaimana telah diubah dengan 20. 31 Pasal 12, A, B atau 11. Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Sementara kasus Bupati Tulungagung Syahri Mulyo dan anak buahnya telah diproses secara hukum.

Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya memvonisnya 10 tahun penjara dan denda Rp 700 juta.

Pos terkait