Kasus Dugaan Pencabulan Sejenis, Polisi Polres Jombang Tetapkan Oknum Jaksa dan Muncikari sebagai Tersangka

kasus dugaan pencabulan sejenis, polisi tetapkan oknum jaksa Kejari Bojonegoro, sebagai tersangka. ( Dok. Sumber : tim tvone - umar sanusi )

epanrita.net –  Jombang, Jawa Timur – Setelah memeriksa selama 10 jam lebih, Polres Jombang, menetapkan oknum jaksa Kejari Bojonegoro, AH, menjadi tersangka. Selain AH, polisi juga menetapkan seorang remaja berusia 17 tahun sebagai tersangka. Dalam kasus ini remaja tersebut bertindak sebagai mucikari sehingga perbuatan asusila terjadi.

“Kami sudah menetapkan dua tersangka,” jelas AKP Giadi Nugraha, Kasatreskrim Polres Jombang, Jumat (19/8) di Mapolres Jombang.

Bacaan Lainnya

Dalam penetapan dua tersangka, Giadi menjelaskan keduanya dikenakan pasal yang berbeda. Hal itu sesuai dengan tindak perbuatannya.Tersangka AH, dijerat pasal tindak pencabulan sesuai dengan pasal 82 Jo 76E Undang-Undang SPPA (Sistem Peradilan Pidana Anak), dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. Sedangkan tersangka kedua ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 10 tahun penjara.

“Kedua tersangka ditahan di Rutan Polres Jombang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk bukti teknisnya akan disampaikan dalam konferensi pers. Waktunya menyusul,” kata Giadi menambahkan.

Diberitakan sebelumnya, petugas Polres Jombang menangkap seorang pejabat Kejaksaan Negeri Bojonegoro di Jombang. Pejabat tersebut ditangkap terkait dengan dugaan pencabulan sejenis.

AH diduga melakukan seks menyimpang terhadap remaja di bawah umur. Lokasinya di Hotel Sentral Jombang, Kamis (18/8) dini hari. AH tinggal di Desa Mojokambang, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang. AH menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Barang Bukti di Kejari Bojonegoro.

Polisi masih terus mendalami kasus ini, karena polisi mendapati sejumlah orang yang tengah mabuk dan menemukan sejumlah botol miras di hotel tempat korban dan tersangka ditemukan.

Pos terkait