Tujuh Bulan Kabur, Pelaku Penggelapan di Purbalingga Diringkus Polisi di Surabaya

Tersangka tindak pidana penggelapan di Padamara berhasil yang ditangkap di Surabaya, saat dihadirkan di Polres Purbalingga, Jumat (19/8/2022). ( Dok. Sumber : Tim tvOne - Sonik Jatmiko )

epanrita.net – Purbalingga, Jawa Tengah – Jajaran kepolisan Polsek Padamara, Polres Purbalingga, Jawa Tengah, berhasil menangkap pelaku tindak pidana penggelapan. Tersangka yang sempat kabur selama tujuh bulan akhirnya berhasil diamankan di Surabaya, Jawa Timur.

Wakapolres Purbalingga, Kompol Pujiono saat memberikan keterangan, Jumat (19/8/2022) mengatakan, Polsek Padamara berhasil mengungkap kasus penggelapan di tempat usaha penjualan alat dapur wilayah Desa Karanggambas, Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga.

Bacaan Lainnya

“Modusnya tersangka menggelapkan uang hasil penjualan dan angsuran alat dapur untuk kepentingan pribadi. Selain itu, tersangka yang merupakan penjaga gudang menggelapkan barang yang dalam penguasaannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, peristiwa penggelapan dilakukan oleh tersangka KT (44) warga Kelurahan/Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, Jawa Timur. Sedangkan korbannya bernama Budi Purnomo (47) warga Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur yang memiliki usaha di wilayah Kecamatan Padamara.

“Penggelapan diketahui korban pada awal Januari 2021. Saat melakukan pengecekan stok ada sejumlah barang yang hilang. Selain itu, uang hasil penjualan dan tagihan angsuran tidak disetorkan,” ungkapnya.

Akibat penggelapan yang dilakukan, korban mengalami kerugian diantaranya uang tunai hasil penjualan dan angsuran serta barang berupa panci merk Healthy Cook sebanyak 116 buah. Total kerugian mencapai lebih dari Rp. 50 juta.

“Berdasarkan laporan korban, Unit Reskrim Polsek Padamara kemudian melakukan penyelidikan. Tersangka sempat kabur sejak Januari 2022 hingga berhasil ditangkap di wilayah Surabaya,” ujarnya.

Menurut dia, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap kemungkinan adanya pelaku lain dalam penggelapan di tempat usaha korban tersebut.

” Tersangka dikenakan Pasal 372 KUHP tentang Tindak Pidana Penggelapan. Dengan ancaman hukuman selama-lamanya empat tahun penjara,” pungkasnya.

Pos terkait