KPK Bicara Kemungkinan Limpahkan Kasus Surya Darmadi ke Kejagung

KPK Bicara Kemungkinan Limpahkan Kasus Surya Darmadi ke Kejagung ( Dok. Detik com )

epanrita.net –Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tidak akan mempermasalahkan kasus tersebut dengan Kejaksaan Negeri (Kejagung) terkait dugaan korupsi Surya Darmadi, ketua PT Duta Palma Group.

Wakil Direktur Penegakan dan Penegakan KPK Karyoto mengatakan pihaknya membuka kesempatan untuk melimpahkan kasus suap Surya Darmadi yang sedang ditangani KPK ke Kejaksaan Agung.

Bacaan Lainnya

“Kita tidak ada istilahnya rebutan perkara, tidak ada. Prinsipnya aparat penegak hukum yang lain kalau mampu dan mau ya itu adalah tujuan adanya KPK,” kata Karyoto dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (18/8/2022).

Menurut Karyoto, KPK dan Kejaksaan Agung sangat mungkin menangani kasus korupsi Surya Darmadi dalam satu gugatan.

Menurutnya, jika salah satu badan hukum itu perlu mentransfer berkas perkara, itu KPK. Sebab, kasus korupsi yang disidik kejaksaan lebih kompleks.

“Kalau kejaksaan agung melimpahkan ke sini kayaknya tidak ya,” ujar Karyoto.

Hal senada disampaikan Wakil Presiden KPK Alexander Marwata.

Menurut dia, jika persidangan Jaksa Agung Surya Darmadi dan KPK menjadi opsi untuk membuat penegakan hukum lebih efisien, dia bisa memanfaatkan kesempatan ini.

Alex mengaku tidak tahu persis apakah kasus korupsi Surya Darmadi sedang diusut kejaksaan.

Ia menduga kasus ini masih serupa dengan kasus KPK, terutama terkait perizinan kawasan hutan.

“Kalau itu bisa digabungkan kenapa tidak, pasti juga akan lebih efektif akan lebih optimal di dalam proses penegakan hukum,” tuturnya.

“Jangan sampai itu tadi sidang KPK kemudian disidang lagi di sana, padahal ada, ya apa, mungkin modusnya enggak jauh-jauh beda,” ujar mantan Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tersebut.

Surya Darmadi sebelumnya merupakan buronan KPK dan Kejagung.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Surya Darmadi sebagai tersangka kasus suap tahun 2014 terkait peninjauan kembali fungsi hutan di Provinsi Riau oleh Kementerian Kehutanan.

Dan penyidikan berhasil memenjarakan Gubernur Riau Annas Maamun. Namun Surya Darmadi lolos dari jerat hukum. Ia kemudian masuk dalam Daftar Orang Paling Dicari (DPO) 2019.

Sementara itu, jaksa telah menetapkan Surya Darmadi sebagai tersangka dalam kasus korupsi yang menyita 37.095 hektar lahan di Riau pada awal Agustus.

Dikatakan bahwa tindakannya merugikan negara sekitar 78 miliar rupee. Jaksa juga menetapkan CEO perusahaan sawit sebagai tersangka dalam Undang-Undang Anti Pencucian Uang (TPPU).

Beberapa hari kemudian, kejaksaan membekukan semua rekening PT Duta Palma Group.

Tak lama kemudian Surya Darmadi berangkat dari Taiwan ke Istana Khejiang untuk mengikuti ujian.

Setelah itu, Surya Darmadi menjadi tahanan kejaksaan.

Pos terkait