Tiga WNA Asal Pakistan Ditangkap Lantaran Gunakan Visa Palsu

Tiga WNA Asal Pakistan Ditangkap Lantaran Gunakan Visa Palsu ( Dok. Kompas com )

epanrita.net – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta menangkap tiga warga Pakistan yang hendak masuk wilayah RI dengan menggunakan visa palsu.

Ketiga warga Pakistan tersebut merupakan pengusaha dari perusahaan Malaysia seperti AMK (45), OB (44) dan SZ (30). AMK adalah CEO PT MOI Malaysia berdasarkan profesi.

Sementara itu, OB dan SZ bekerja di perusahaan yang sama, PT AGSB Malaysia, dan OB sebagai manajer dan SZ sebagai manajer umum.

Muhammad Tito Andrianto, Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, mengatakan mereka kedapatan menggunakan visa palsu saat ketiganya tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (15/8/2022) untuk kunjungan bisnis.

Saat saya cek di Kantor Imigrasi, ternyata visa yang digunakan OB dan SZ tidak terdaftar di sistem penerbitan visa Biro Imigrasi.

Sedangkan visa AMK didaftarkan dalam sistem penerbitan visa atas nama orang lain berinisial ANU.

“Curiga dengan hal tersebut, ketiganya kemudian diserahkan kepada Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Tito di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (18/8/2022).

Investigasi sementara mengungkapkan informasi bahwa ketiga orang Pakistan itu saling mengenal.

Pasalnya, PT MOI dan PT AGSB menjalin kerja sama ekspor minyak sawit dari Malaysia ke Afghanistan.

“Berdasarkan pengakuan ketiganya, mereka akan melakukan kunjungan bisnis ke tiga perusahaan sawit di Indonesia dengan inisial GA, GPO, dan APO yang ketiganya berlokasi di Jakarta,” kata Tito.

Ketiga pelaku mengaku belum pernah mengajukan visa ke RI melalui aplikasi visa online Departemen Imigrasi.

Selama ini mereka menggunakan agen pengurus visa berinisial RM dan RH berkebangsaan Pakistan.

OB menghabiskan hingga 15.000 Ringgit untuk membayar RM untuk mendapatkan izin tinggal terbatas atas namanya dan nama SZ.

Sementara itu, AMK mengaku telah membayar RH biaya visa sebesar 12.000 Ringgit.

“Petugas menduga bahwa RM dan RH yang merupakan warga negara Pakistan merupakan sindikat pemalsuan visa yang beroperasi di Malaysia,” pungkas Tito.

Ketiga pelaku didakwa dengan hukuman penjara hingga lima tahun dan denda hingga Rs 500 juta berdasarkan pasal 121 (b) No. 6 Undang-Undang Keimigrasian tahun 2011.

Pos terkait