Kasus Ferdy Sambo, Kapolri Dinilai Mampu Usut Secara Transparan soal Pembunuhan Brigadir J

Kasus Ferdy Sambo, Kapolri Dinilai Mampu Usut Secara Transparan soal Pembunuhan Brigadir J (Dok : liputan6 com)

epanrita.net – Seperti diketahui, polisi masih menyelidiki kematian Brigadir Jenderal J. Pengusutan kasus Ferdy sambo ini membuat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo jadi sorotan.

Koordinator kesejahteraan Mahasiswa Peduli Keadilan (MPK), Agung Alamsyah Pardillah memperkirakan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dapat secara transparan menyelidiki pembunuhan Brigadir Jenderal J.

Bacaan Lainnya

Menurut Agung, langkah yang dilakukan kapolri merupakan bentuk penerapan bahasa kepolisian yang benar.

Dengan ditetapkannya Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai tersangka dan dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap jejaring FS di tubuh Polri yang diduga ikut membantu skenario busuk FS menggambarkan Kapolri tidak main-main artinya Kapolri dapat diandalkan,” ungkap Ketua Keluarga Mahasiswa Banten (KMB) Bogor melalui keterangan tertulis, Rabu (17/8/2022).

Tinggal nanti harus ada juga punishment dari Kapolri yang lebih memberikan efek jera dalam tubuh korps bhayangkara tersebut terhadap jejaring FS agar paradigma polri terus baik dan dampaknya pada pelayanan yang terus prima kepada masyarakat,” ujar tambahan Agung.

Namun, Agung masih berspekulasi bahwa publisitas yang harus diselesaikan polisi, yaitu membongkar motif di balik pembunuhan itu dan mempublikasikannya secara terang terangan.

Menurutnya, hal ini penting agar tidak banyak spekulasi mengenai motif dari kasus tersebut.

Hal ini menjadi penting untuk menjaga akuntabilitas yang didengungkan Polri disamping sebagai pembelajaran publik agar kejadian serupa tak terulang,” ucap Agung.

Agung juga meminta kapolres untuk tidak ragu atau takut akan pencopotan mafia dan pengganggu di dalam kepolisian.

Selain sinyal yang kuat yang diberikan presiden Jokowi agar Polri mengambil langkah tegas dan profesional mahasiswa pun berada di belakang kapolri untuk berbenah di tubuh polri menuju polri yang lebih baik,” ujar Agung.

Sebelumnya, Komisaris Polisi mengumumkan bahwa Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan kasus Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Brigadir Jenderal J dilaporkan meninggal karena luka tembak di rumah Sambo di kawasan Doreen Thea, Jakarta, pada 8 Juli 2022.

Pos terkait