Miris! Oknum Pimpinan Pesantren Mencabuli 20 Santriwati di Bandung

20 Santriwati Diduga Jadi Korban Pencabulan di Bandung, Ini Rekomendasi KPAI (dok: inewsid)

epanrita. net – Seorang pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Ketapang Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dituduh mencabuli 20 anak perempuannya. Polisi sedang menyelidiki dugaan pelecehan seksual terkait jumlah korban dalam kasus ini.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah memberikan beberapa rekomendasi terkait kasus ini. Komisioner KPAI Retno Listyarti menekankan relasi kuasa dengan perilaku yang keterlaluan.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, korban di bawah umur sulit untuk berbicara atau melapor karena takut tidak dipercaya atau pelaku yang memiliki hubungan kekuasaan tinggi dengan korban akan mempertanyakan prestasi pendidikannya.

“Kemungkinan besar korban merasa malu dan merasa hal ini adalah aib yang harus ditutupi. Dengan korban tidak bicara atau melapor maka pelaku akan melanjutkan kekerasan seksualnya bahkan makin berani dan akan melakukan juga pada korban-korban lain,” ucap Retno. Listiarte, Kamis 18 Agustus 2022.

KPAI mengatakan, Retno berpesan kepada aparat penegak hukum untuk memberikan proses hukum bagi pelaku agar memberikan efek jera agar pelaku di lokasi serupa tidak melakukan tindakan serupa.

Retno Listyarti mengatakan, “Pelaku merasa aman dan tidak akan pernah ada efek jera jika belum diproses hukum. Hukum harus ditegakkan, korban harus mendapatkan keadilan. Melaporkan pelaku berarti juga menghentikan ada korban lain,”

KPAI meyakini bahwa melindungi anak bukan hanya tanggung jawab negara, tetapi juga tanggung jawab masyarakat, orang tua, dan anak itu sendiri.

“Semua pihak harus berpartisipasi untuk melindungi anak-anak Indonesia dari berbagai bentuk kekerasan termasuk kekerasan seksual,” ucap Retno.

Saat menugaskan anak untuk belajar di pesantren, Retno meminta orang tua untuk memastikan anak-anaknya aman dan terlindungi.

“Pastikan orang tua dapat memantau perkembangan anak-anaknya termasuk kesehatan mental anak-anak mereka, baik secara daring maupun luring,” kata Retno Listyarti.

Pos terkait