Seorang Pemuda Kendal Meninggal Dunia Dibacok Kepalanya Saat Aksi Tawuran

Tawuran Maut Antar Geng, Seorang Pemuda di Kendal Tewas Ditusuk Kepalanya (dok: newsokezonecom)

epanrita. net – Dua pelaku pemukulan yang menewaskan seorang pemuda berinisial BP (20), warga desa Blataran selatan Kaliwungu, ditangkap Satreskrim Polres Kendal. Keduanya langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Ia adalah warga Semarang berinisial S dan warga Karangayu Cepiring berinisial AF alias Ucok.

Bacaan Lainnya

Kapolres Kendal AKBP Jamal Alam mengatakan, penganiayaan berdarah yang menewaskan BP terjadi di gerbang masuk Dukuh Krajan, Desa Plantaran Kaliwungu Selatan. “Kejadian berawal dari saling tantang antar geng di media sosial,” ucap Kapolres melalui keterangan tertulis, Selasa (16/8/2022).

Ia mengungkapkan, dua komplotan muda tersebut telah sepakat bertemu tadi malam di kawasan Plantaran pada Sabtu 13 Agustus 2022. Menurut keterangan saksi mata, Kapolres mengatakan korban berencana untuk kembali ke basecamp atau tempat yang sering berkumpul setelah ikut serta dalam pertempuran.

“Namun, saat tawuran tersebut korban terkena sabetan di kepala dan di bagian punggung belakang sehingga mengakibatkan korban pingsan di TK. Geng korban saat itu memang kalah jumlah,” tuturnya.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, korban luka berat langsung dibawa ke RS Darul Istiqomah di Kaliwungu. Setelah memberi tahu keluarga korban tentang kondisi dan keberadaan korban, dia diikuti olehnya ke Rumah Sakit Darul Istiqomah.

“Karena luka yang dideritanya cukup parah akhirnya sekira pukul 06.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia,” kata Kapolres itu. Keluarga korban tidak terima dengan kejadian tersebut dan melaporkannya ke Polres Kendal, katanya. Hasil otopsi mengungkapkan bahwa korban meninggal dengan luka tusuk di bagian belakang dan kepala.

“Dari penelusuran petugas kemudian berhasil mengamankan kedua geng yang terlibat tawuran. Dari dua geng tersebut, terdapat dua orang yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan yang berakibat korban meninggal dunia,” katanya.

Kapolres mengatakan barang bukti yang disita termasuk (1) senjata cerulit bermata tajam dan (1) ikat pinggang yang diikatkan pada rantai sepeda motor. S dan AF menghadapi ancaman hingga 12 tahun berdasarkan pasal 170 KUHP.

Kapolres menambahkan, “Untuk pengembangan kasus, saat ini kami masih melakukan penyelidikan terhadap kedua geng ini,”

Untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali, Kapolres Kendal mengimbau para orang tua untuk memantau aktivitas anak-anaknya agar tidak jatuh ke hal-hal negatif.

“Gunakan media sosial dengan bijak agar tidak digunakan untuk hal yang tidak baik,” ujarnya.

Pos terkait