Keamanan Bharada E Terbukti, Sekarang Dijaga Ketat Seharian Penuh!

Keselamatan Bharada E Terjamin, Kini Dikawal Keamanan 24 Jam! (dok: nasionalokezonecom)

epanrita. net – Keamanan Bharada E sekarang semakin terjamin setelah Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberikan perlindungan hukum penuh bagi Richarf Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E.

Bharada E adalah satu dari empat pelaku yang didakwa atas rencana pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat belum lama ini di kediaman Ferdy Sambo di Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

Bacaan Lainnya

Barada E sendiri adalah bawahan Irjen Pol Ferdy Sambo, yang dipenjara di markas Brimob sebagai tersangka dalam kasus ini.

Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan perlindungan itu disetujui menyusul hasil rapat paripurna pimpinan LPSK. Akibatnya, status perlindungan darurat Bharada E dicabut.

“Perlindungan darurat sudah dicabut dua hr lalu, kini perlindungan bukan dalam bentuk darurat. Diputuskan menjadi terlindung LPSK sebagai justice collabkrator,” ucap Hasto saat jumpa lers di kantornya, Jakarta Timur.

Menurut dia, perlindungan tersebut didasarkan pada ketersediaan Bharada E yang ingin mengungkap peran semua tersangka.

Melalui perlindungan ini, LPSK bekerja sama dengan Bareskrim Polri memberikan pengamanan bagi Bharada E.

“Karena yang perlu diamankan enggak cuma E-nya, tetapi kesaksian yang bersangkutan agar tetap bisa terjaga, konsisten dan yang jelas tidak berbohong,” kata Hasto.

“Karena sebelumnya (pernyataan) Bharada E ajukan ternyata banyak info dan keterangan yang bertolak belakang dengan setelah E jadi tersangka,” ucap Hasto.

LPSK menentukan untuk memberikan perlindungan darurat kepada Bharada E, yang sebelumnya dikenal sebagai Richard Eliezer. Keputusan perlindungan darurat tersebut diambil karena assesment justice collaborator (JC) yang diajukan oleh Bharada E memenuhi persyaratan.

Wakil Presiden LPSK Edwin Partogi Pasaribu menjelaskan perlindungan darurat diberikan jika pimpinan LPSK menentukan perlu untuk segera mengambil tindakan.

“Perlindungan darurat diputuskan karena situasi aktual yang membutuhkan perlindungan kepada pemohon. Tentang apa situasi aktualnya itu menjadi bagian dari pertimbangan pimpinan,” ungkap Edwin kepada jurnalis, Minggu (14/8/2022).

Pos terkait