Gadis Umur 16 Tahun Diperkosa di Tangerang dan Dipaksa Minum Minuman Keras

Gadis Umur 16 Tahun Diperkosa di Tangerang dan Dipaksa Minum Minuman Keras (Doc, Pikiran Rakyat)

epanrita.net – Seorang Gadis yang Berusia 16 Tahun Diperkosa oleh seorang Pria di Tangerang dan Dipaksa untuk Minum Minuman Keras, SImak Ulasannya Disini.

Sangat menyedihkan ketika seorang gadis berusia 16 tahun dirudapaksa (dilecehkan) secara seksual oleh seorang pria yang ditemuinya di jalan di Tangerang.

Bacaan Lainnya

Pemuda 20 tahun berinisial FM adalah pelaku pemerkosaan gadis di Tangerang.

Polsek Kresek, Polresta Tangerang, telah berhasil menangkap pelakunya.

FM didakwa melakukan tindakan cabul terhadap seorang gadis di bawah usia 16 tahun yang mengalami pelecehan seksual di Tangerang.

Pria bejat tersebut melakukan kejahatan pemerkosaan.

Kapolsek Kresek AKP Osman Sigalingging mengatakan, korban yang bernama Mawar, 16 tahun, masih berstatus pelajar.

Sedangkan, pelecehan seksual terjadi di rumah tersangka pada Jumat, 5 Agustus 2022.

Kapolsek mengatakan, korban disekap dan kemudian diberi minuman beralkohol yang memaksanya mabuk oleh pelaku.

“Korban Mawar (16) disekap, kemudian diberi minuman oleh FM (20) yang diduga memabukkan sehingga korban tidak sadarkan diri,” kata AKP Osman, Sabtu 13 Agustus 2022.

“Pada saat itulah tersangka melancarkan aksinya,” imbuh Kapolsek Kresek.

AKP Osman menjelaskan, Mawar, korban 16 tahun, awalnya diajak mencari kontrakan oleh temannya. Setelah itu, keduanya berpisah di jalan. Lalu, korban bertemu dengan tersangka di jalan.

Korban dan tersangka tidak saling mengenal dengan baik. Tersangka adalah teman pacar korban.

“Korban kemudian diajak ke rumah tersangka dan dibawa ke dalam kamar. Korban menolak namun diancam akan dibunuh oleh tersangka. Korban pun kemudian dikurung di dalam kamar,” kata Osman.

Korban kemudian secara paksa meminum minuman yang disediakan tersangka. Setelah korban pingsan, korban dilecehkan secara seksual.

“Setelah itu, korban baru dilepaskan atau diperbolehkan pulang esok harinya pada Sabtu (06/08). Sementara di sisi lain, pihak keluarga terus mencari keberadaan korban karena tidak kunjung pulang,” jelas Osman.

Setelah pihak keluarga melanjutkan pencarian, korban akhirnya ditemukan di pinggir jalan Kabupaten Tangerang, Kecamatan Kresek, Desa Kemuning.

“Saat ditemukan, korban seperti orang linglung atau bingung. Oleh keluarga langsung dibawa pulang,” lanjutnya.

Sesampai di rumah, korban disuruh istirahat. Keesokan harinya, Minggu, 7 Agustus 2022, pihak keluarga menanyakan kepada korban tentang apa yang terjadi. Kemudian korban menceritakan apa yang terjadi.

”Pihak keluarga pun langsung melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kresek. Petugas kami langsung melakukan visum, setelah itu mengejar tersangka,” kata AKP Osman.

Saat polisi tiba di rumah tersangka, ternyata tersangka tidak ada di rumah.

Akan tetapi, polisi terus melakukan pencarian terhadap tersangka, termasuk mengirimkan personel untuk memantau rumah tersangka.

“Senin, (8/08), tersangka akhirnya pulang ke rumahnya. Pada saat itulah petugas langsung menangkap tersangka. Kepada petugas, tersangka mengakui perbuatannya. Guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, tersangka dibawa ke Polsek Kresek,” papar Osman.

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka berinisial FM (20) dijerat Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Pos terkait