Jadi Kurir Sabu 8,8 Kg, Penarik Becak di Medan Divonis 20 Tahun Penjar

Pengadilan Negeri Medan Memvonis 20 Tahun Penjara Terhadap Seorang Kurir Sabu. ( Dok. Tribun-medan com )

eparinta.net – Pengadilan Negeri Medan memvonis Rizal Haris Daulay 20 tahun penjara karena menjadi kurir sabu 8,8 Kg.

Rizal adalah seorang penarik becak bermotor yang tergiur menjadi kurir narkoba karena upah Rp 1,5 juta.

Bacaan Lainnya

“Menjatuhkan terdakwa Rizal Haris Daulay dengan pidana penjara selama 20 tahun, denda Rp1 miliar apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana 6 bulan penjara,” kata majelis hakim yang diketuai Sayed Tarmizi, Jumat (12/8/2022).

Di persidangan terungkap fakta-fakta bahwa Rizal Haris dinilai telah memenuhi unsur melakukan tindak pidana Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagaimana dakwaan pertama.

“Yakni tanpa hak atau melawan hukum menerima atau menjadi perantara jual beli (kurir) narkotika Golongan I jenis sabu seberat 8,8 Kg,” urai hakim.

Dikatakan hakim adapun hal memberatkan, perbuatan terdakwa tidak sejalan dengan program pemerintah dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika.

“Keadaan meringankan, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya, belum pernah dihukum, serta sopan selama persidangan,” kata hakim.

Vonis yang diberikan hakim itu lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fauzan Irgi Hasibuan. Jaksa sebelumnya menuntut terdakwa 14 tahun penjara.

Meski divonis lebih berat dari tuntutan jaksa, terdakwa Rizal Haris Daulay maupun penasihat hukumnya (PH) Juwita Batubara menyatakan menerima putusan yang baru dibacakan tersebut.

Rizal Haris dihubungi Embong lewat sambungan WhatsApp (WA).

“Abang mau kerjaan gak? Bantu aku jual sabu, nanti abang antarkanlah sabunya ke pembeli. Upahnya Rp1,5 juta. Minggu depan tunggulah di dekat RS Bunda Thamrin, nanti ada yang ngasih handphone sama abang,” kata Fauzan menirukan ucapan Embong.

Terdakwa Rizal Haris pun pada Minggu (13/3/2022) siang menunggu di depan rumah sakit. Benar saja, pria tak dikenal datang menghampirinya sembari memberikan handphone.

Terdakwa kemudian mengikuti petunjuk Embong melalui handphone yang baru diterimanya.

“Setelah sampai di Jalan Gatot Subroto Simpang Jalan Titi Papan terdakwa ditelfon kembali dan diarahkan untuk menunggu di Jalan Titi Papan Gang Persatuan,” kata jaksa.

Tidak lama kemudian, tiba-tiba seseorang datang dan menghampiri terdakwa sambil menyerahkan tas berisikan kristal putih sebanyak 9 bungkus dan kemudian dimasukkan terdakwa ke dalam betornya dan menunggu arahan lebih lanjut kepada siapa barang tersebut akan diantarkan.

Berharap dapat upah Rp 1,5 juta malah jarus berurusan ke petugas tim Satresnarkoba Polrestabes Medan yang tiba-tiba datang menghampirinya.

Hasil pemeriksaan laboratorium, barang bukti kristal putih yang didapat dari tangan terdakwa tersebut positif mengandung metamfetamin, populer disebut sabu.

Pos terkait