Santri di Tangerang yang Menganiaya Rekannya sampai Tewas kini Ditahan Polisi

Santri di Tangerang yang Menganiaya Rekannya sampai Tewas kini Ditahan Polisi (Doc, REQnews com)

epanrita.net – Perkelahian antar Santri di Tangerang yang Menewaskan seorang Santri, kini Diamankan Pihak Polisi Setempat, Simak Ulasan Selengkapnya Disini.

Polisi mengatakan bahwa RE (15), seorang santri pondok pesantren yang tinggal di Tangerang, didakwa setelah membunuh temannya yang berinisial BD (15).

Bacaan Lainnya

Tersangka diidentifikasi melalui penyelidikan tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan enam saksi, kata Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Zamrul Aini.

“Kami menetapkan RE sebagai anak pelaku. Di mana RE sempat berkelahi dengan korban pada Minggu (7/8/2022) hingga menyebabkan korban meninggal dunia,” ucap Zamrul dalam keterangannya, Kamis (11/8/2022).

Zumrul mengatakan RE dijatuhi hukuman 15 tahun penjara dan didakwa berdasarkan pasal 80 ayat (3) KUHP atas penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal.

Pada saat ini RE langsung diamankan polisi. Dia dipenjara di sel anak di Kantor Polisi Tangerang.

Zumrul mengatakan ada beberapa pertimbangan hingga pihaknya memutuskan untuk menahan RE.

Pertama, hukuman maksimal berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak adalah 15 tahun.

Kedua, jangka waktu proses hukum terhadap pelaku anak harus cepat karena harus segera diserahkan ke kejaksaan.

“Kalau di luar takutnya terjadi hal-hal di luar yang diinginkan, takutnya memperlama proses penyidikan. Jadi kami amankan dulu di polres,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, BD (15), Seorang santri pondok pesantren (ponpes) Daar El Qolam, Tangerang meninggal dunia akibat dianiaya rekannya sendiri berinisial RE (15).

“Berdasarkan keterangan guru dan pengasuh yang mengantar, korban meninggal diduga karena berkelahi sesama santri,” ucap Kapolresta Tangerang Kombes Pol Raden Romdhon Natakusuma dalam keterangannya, Selasa (9/8/2022).

Raden mengatakan, penyerangan itu terjadi pada Minggu, 7 Agustus 2022 sekirar pukul 06:25 WIB.

Raden mengatakan, kejadian bermula saat pelaku sedang mencari teman bernama DE yang sedang mandi bersama korban.

Pada saat itu, pelaku membuka pintu kamar mandi dan tidak sengaja mengenai korban. Hal ini membuat korban marah dan membentak pelaku hingga terjadi perkelahian.

“Dan terjadi perkelahian. Perkelahian tersebut dipisahkan oleh beberapa santri yang berada di TKP,” ungkapnya.

Belum berakhir sampai disana, sepuluh menit kemudian. Pelaku yang belum menerimanya masuk ke kamar korban dan langsung menendang kepala korban sebanyak dua kali.

Korban mengeluh sakit kepala sehingga tidak bisa melanjutkan kelas pada saat itu.

Lalu, sekitar pukul 14.00 WIB, korban hilang kesadaran dan akhirnya dibawa ke klinik Fita Farma di Tangerang oleh penjaga pondok pesantren.

Setelah diperiksa, dokter di rumah sakit mengatakan korban sudah meninggal. Korban dibawa ke RSUD Balaraja untuk diperiksa kondisinya.

“Untuk saat ini pihak kepolisian masih mendalami keterangan saksi-saksi dan hasil pemeriksaan medis terhadap tewasnya korban,” kata Raden.

Pos terkait