Mabes Polri dibanjiri Karangan Bunga terkait Dukungan Kasus Meninggalnya Brigadir J

Mabes Polri dibanjiri Karangan Bunga terkait Dukungan Kasus Meninggalnya Brigadir J (Doc, detik com)

epanrita.net – Warga Berikan Dukungan Berupa Karangan Bunga untuk Mabes Polri terkait Kasus Tewasnya Brigadir J beberapa Waktu Lalu, Simak Ulasannya Disini.

Karangan bunga membanjiri gedung Mabes Polri di Jalan Tronojoyo, Jakarta Selatan. Karangan bunga tersebut merupakan dukungan untuk menuntaskan kasus meninggalnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan pantauan sebuah media, pada Senin, 8 Agustus 2022 pukul 15.34 WIB, pagar Mabes Polri dikelilingi karangan bunga. Salah satunya berbunyi “Tuntaskan Kasus Pembunuhan Brigadir Joshua Hutabarat”.

Ada sekitar 29 karangan bunga yang tersusun. Ada juga karangan yang mengatakan “Save Polri untuk NKRI”.

Ditanya soal jawaban rangkaian bunga ini, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, mengatakan tim khusus saat ini sudah beroperasi secara optimal.

“Agar kasus tersebut cepat terungkap secara terang benderang berdasarkan pembuktian ilmiah (SCI),” katanya.

Sampai saat ini, polisi telah menetapkan Bharada E dan Brigadir Ricky sebagai tersangka pembunuhan Brigadir Yoshua. Keduanya ditahan di Rutan Bareskrim Polri.

Bharada E didakwa dengan Pasal 380 KUHP juncto Pasal 55 dan 56. Sementara itu, Brigadir Ricky didakwa Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Irjen Ferdy Sambo juga ditahan di Mako Brimob Polri. Sambo ditangkap dengan tuduhan melanggar kode etik terkait kasus ini.

Sekadar informasi, Brigadir Yoshua meninggal dunia pada Jumat (8/7) di kediaman Irjen Ferdy Sambo. Polisi mengatakan Brigadir Yoshua tewas setelah baku tembak dengan Bharada E. Brigadir Yoshua merupakan petugas yang ditugaskan sebagai pengemudi dan Bharada E sebagai pengawal keluarga Sambo.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga membentuk tim khusus untuk mengusut kasus tersebut. Pada saat yang sama, dibentuk inspektorat khusus (irsus) atas dugaan pelanggaran etika kepolisian dalam proses penyidikan TKP di kediaman dinas Sambo.

Akan tetapi, ada perubahan baru-baru ini pada pernyataan Bharada E. Pengacara Bharada E, Muhammad Boerhanuddin, mengatakan kliennya tidak terlibat dalam kematian Brigadir J. Pernyataan ini dibuat saat menepis kronologis baku tembak Brigadir J dan Bharada E.

Boerhanuddin juga mengatakan Bharada E mengaku menembak Brigadir J karena ada tekanan dari “atasan”. Dia tidak menjelaskan mengapa Bharada E diperintakan untuk menembak.

Pos terkait