Pejabat Bea Cukai Bandara Soetta Didakwa Hukuman 3,5 Tahun Penjara terkait Pemerasan

Pejabat Bea Cukai Bandara Soetta Didakwa Hukuman 3,5 Tahun Penjara terkait Pemerasan (Doc, Sinar Harapan)

epanrita.net -Pejabat Bea Cukai Bandara Soetta Divonis 3,5 Tahun Penjara terkait Kasus Pungli dan juga Pemerasan terhadap 2 Perusahaan, Simak Ulasannya Disini.

Mantan Pejabat Bea Cukai Bandara Soetta Qurnia Ahmad Bukhari dan Vincentius Istiko Murtiadji, dihukum 3 tahun 6 bulan terkait perkara pemerasan terhadap dua perusahaan jasa penyimpanan, PT Sinergi Karya Kharisma (SKK) dan juga PT Eldita Sarana Logistik (ESL) senilai Rp3,5 miliar.

Hukuman bagi kedua orang itu lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Banten. Karena sebelumnya pada Rabu, 9 Juni 2022, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Banten memvonis 2 tahun 6 bulan dan juga denda 10 juta rupiah ditambah 6 bulan penjara.

Keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan terbukti melanggar Pasal 11 Jo. Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Hatta Qurnia Ahmad Bukhari dan Vincentius Istiko Murtiadji selama tiga tahun dan enam bulan penjara,” ucap Ketua Majelis Hakim Slamet Widodo di PN Serang, Senin (8/8/2022).

Terdakwa Qurnia Ahmad Bukhari telah mengumumkan akan mengajukan banding atas keputusan tersebut. Sementara itu, terdakwa Vincentius Istiko Murtiadji masih mempertimbangkan apakah akan mengajukan banding atau tidak.

Dalam persidangan, terdakwa Vincentius Istiko Murtiadji menerima uang sebesar Rp 3,4 miliar dari PT Sinergi Karya Karya (SKK).

Dana tersebut diterima oleh Saksi Arif Agus Harsono selaku Direktur Utama dan Saksi Rudi Sutamto selaku Manager Keuangan PT SKK.

Setelah itu, dana itu juga diterima dari saksi Nurdiaz Yusuf selaku Direktur PT Eldita Sarana Logistik (ESL) sejumlah uang sebesar Rp 80 juta. Total semuanya Rp 3,5 miliar.

Dana tersebut terkait dengan surat teguran kepada PT SKK atas permintaan data transaksi yang ditandatangani oleh Saksi Finari Manan selaku Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta.

Pos terkait