Ini Alasan Dibalik Aksi Nekatnya Petani Asal Garut Ngutang Ke Pinjol Sampai Rp2 Miliar

Ini Alasan Dibalik Aksi Nekatnya Petani Asal Garut Ngutang Ke Pinjol Sampai Rp2 Miliar (Dok : liputan6 com)

epanrita.net – Seorang petani kentang asal Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat berani pinjam uang hingga Rp2 miliar melalui pinjol untuk modal usaha.

Dalam kegiatan Sosialisasi Waspada Investasi Ilegal, di kawasan wisata Citumang, Pangandaran, Sabtu petang (29/7/2022), Kepala OJK Tasikmalaya Edi Ganda Permana mengatakan. “Mereka petani ekspor kentang ke Korea, dalam hitungan hari sudah bisa cair, mereka mampu menyelesaikan persoalan modalnya dengan tempo yang sesingkat-singkatnya,”.

Menurutnya, proses pengajuan pinjaman yang dinilai berbelit dengan sejumlah kelengkapan dokumen dan jaminan yang ditetapkan perbankan nasional, masih menjadi momok menakutkan bagi calon nasabah saat ini.

Akhirnya larinya ke pinjaman online, mereka lebih mudah, fleksibel dan mampu menjawab kebutuhan keuangan mereka dengan cepat,” ujar dia.

Akibatnya, praktek bisnis pinjol pun akhirnya terus berjamur, baik legal maupun pinjaman online ilegal, seiring terus meningkatknya kebutuhan masyarakat terhadap likuiditas keuangan mereka.

Itu yang petani kentang di Garut itu, mereka mampu bayar gak sampai 3 bulan lunas semuanya,” ujar dia.

Pada April, perusahaan menunjukkan bahwa jumlah perusahaan pinjaman legal yang secara resmi terdaftar di pemerintah mencapai 102 dengan 874.982, dan simpanan semua akun adalah 80.366,55 peminjam.

Total penyaluran hingga April 2022 mencapai Rp38 triliun,” ujar dia.

Di tengah meningkatnya kebutuhan pinjaman online, Eddy meminta masyarakat untuk lebih waspada dengan memperhatikan kelayakan dan rencana pinjaman yang ditawarkan masyarakat.

Waspada dan selalu teliti jika mau pinjam dana secara cepat di pinjol agar tidak mengalami kerugian,” ucap dia sambil mengingatkan.

Pada 2011-20221, total kerugian publik yang diakumulasikan dari pinjaman sebesar 117,4 triliun rupee Indonesia, kata Eddy. Angka-angka ini menunjukkan bahwa kebutuhan keseluruhan untuk pinjaman online tinggi, yang telah terjadi selama satu dekade terakhir.

Kami banyak menindak dengan tegas, sudah lebih dari 3.800 pinjol ilegal yang berhasil kami tutup,” ujar dia.

Pos terkait