21 Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Amankan Satreskrim Polrestabes Medan

Satreskrim Polrestabes Medan menangkap 21 pelaku kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur. ( Tribun-medan com )

epanrita.net – Diketahui Polrestabes Medan mendapatkan 55 laporan kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur, 21 pelaku sudah diamankan. Berikut ulasannya :

Satreskrim Polrestabes Medan menangkap 21 pelaku kejahatan seksual terhadap anak dalam 2 bulan terakhir.

Bacaan Lainnya

Kasus tersebut di tindak lanjuti terdiri dari 55 laporan dari Juni hingga Juli 2022.

kabar itu diberitakan langsung pada hari Rabu (7 Juli 2022) oleh AKP Madianta Ginting, Ketua Satreskrrim PPA Polrestabes Medan.

“Dalam dua bulan terakhir bulan Juni dan Juli tahun 2022, kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur yang dilaporkan ke Polrestabes Medan sebanyak 55 kasus dan sebanyak 21 pelaku sudah kita tangkap serta kita lakukan penahanan,” kata AKP Madianta Ginting.

Diketahui, banyaknya kasus pencabulan kepada anak di bawah umur karena pengaruh gadget yang dinilai tidak dibatasi oleh para orangtua.

“Selain itu juga disebabkan oleh faktor lingkungan atau tempat tinggal, minuman keras (beralkohol), serta narkoba dan pergaulan bebas,” Ungkapnya.

Sebagai Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, ia mengimbau kepada orang tua untuk terus memantau anak-anaknya dan berperan dalam perkembangannya.

“Peran orangtua juga perlu dalam perkembangan anak-anak, sebagai orang tua juga perlu mengawasi pergaulan anak karena anak-anak kita ini sebagai penerus bangsa dan negara,” ujarnya.

Kantor Kejaksaan Agung menambahkan bahwa Wilayah Bagian Medan Polestabes memiliki banyak insiden pencabulan. Biasanya, pelaku adalah remaja, teman terdekat korban, dan anggota keluarga terdekat korban.

“Perlu diketahui, pencabulan terhadap anak secara tegas dilarang dalam undang – undang perlindungan anak no 35 tahun 2014 pasal 76. Disebutkan bahwa setiap orang dilarang memaksa anak melakukan persetubuhan, baik dengan dirinya maupun dengan orang lain,” ungkapnya.

Kanit menegaskan bahwa melanggar pasal tersebut akan mengakibatkan hukuman penjara.

“Paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, serta denda paling banyak 5 miliar rupiah,” tambahnya.

Pos terkait