Brigjen Hendra Melakukan Intimidasi Keluarga Brigjen J Dengan Melarang Pembukaan Peti Jenazah

Brigjen Hendra Melarang Keluarga Almarhum Brigjen J Pembukaan Peti Jenazah (Dok Pikiranrakyatbekasi)

Kepala Biro Pengamanan Internal (Karo Paminal) Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan sedang ramai disebut sebagai sosok yang melarang pembukaan peti jenazah Brigadir J.

Pengacara Brigadir J, Johnson Pandjaitan, mengungkapkan Hendra kuriniawan lah yang mengirimkan jenazah Bridagir J serta mengintimidasi keluarga dengan melarang membuka peti jenazahnya. Pihaknya juga mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menonaktifkan Hendra menyusul Ferdy Sambo.

Bacaan Lainnya

“Karena dia yang melakukan pengiriman mayat dan melakukan tekanan kepada keluarga untuk pelarangan membuka peti mayat,” ucapnya kepada wartawan, Selasa (19/7).

Hendra lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1995. Ia lahir pada tanggal 16 Maret 1974 di Bandung.

Terhitung sejak 16 November 2020, ia menjabat sebagai Karo Paminal Divisi Propam Polri. Kala itu, ia menggantikan Brigjen Pol Nanang Avianto yang dipromosikan menjadi Kakorsabhara Baharkam Polri.

Sebelum menjadi Karo Faminal Divisi Propam Polri. Jenderal bintang 1 ini yang sempat menjabat sebagai Kaden A Ro Paminal DivPropam Polri

Dirinya juga sempat menduduki posisi Analis Kebijakan Madya Bidang Paminal Divpropam Polri. Ia juga pernah menjabat sebagai Kabagbinpam Ro Paminal Divpropam Polri.

Pria yang sempat menjati sorotan publik itu diduga sebagai putra Presiden China Xi Jinping, diketahui sempat memimpin tim pencari fakta khusus dalam kasus bentrokan antara polisi dengan enam laskar FPI di jalan Tol Jakarta-Cikampek pada 7 Desember 2020. Kala itu, ia menjadi viral tak lama setelah dilantik sebagai jenderal di kepolisian.

Kini namanya kembali ramai diperbincangkan setelah melakukan intimidasi keluarga Brigjen J dengan melarang pembukaan peti jenazah.

Pos terkait