Ternyata Ini Awal Mulanya, Kronologi Lengkap Terkait Sengketa Merek Dagang MS Glow dan PS Glow

Kronologi Lengkap Terkait Sengketa Merek Dagang MS Glow (Dok tribunmedancom)

Konflik antara dua merek kecantikan dan kosmetik, MS Glow dan PS Glow, kembali berkobar.

Kabarnya, PS Glow telah memperoleh hak kekayaan intelektual (HAKI) berupa karya cipta atau hak eksklusif yang diberikan oleh undang-undang dalam karya tersebut.

Bacaan Lainnya

Ini dia kronologi konflik antara MS Glow dan PS Glow yang saat ini sedang marak dan menarik perhatian masyarakat.

Dikutip dari akun TikTok @Bangmul, Indonesia baru-baru ini dihebohkan dengan perselisih sengketa merek dagang antara MS Glow dan PS Glow.

PS Glow merupakan produk dan perusahaan kecantikan dibawah kendali Putra Siregar, sedangkan MS Glow Shandy Purnamasari bersama Kadek Maharani Kemala Dewi.

Pertikaian ini bermula di Pengadilan Niaga Medan, saat MS Glow melaporkan PS Glow terkait sengketa merek.

MS Glow menganggap PS Glow menjiplak nama dari brand mereka.

Setelah melapor ke Pengadilan Niaga Medan, akhirnya diputuskan bahwa MS Glow memiliki hak untuk menyandang nama tersebut dan bahwa dia memiliki hak eksklusif atas merek tersebut.

Pengadilan juga memutuskan bahwa PS Glow akan menanggung biaya gugatan tersebut.

Akhirnya, MS Glow memegang hak khusus atas nama perusahaannya tersebut.

Akan tetapi pihak PS Glow, Putra Sirgar, mengajukan laporan balik MS Glow ke Pengadilan Niaga Surabaya.

Pengadilan Niaga Surabaya memutuskan bahwa jika pemenang dan pemilik nama brand tersebut, adalah PS Glow.

Karena itu, MS Glow harus membayar kerugian sebesar Rs 37,9 miliar dan MS Glow harus keluar dari peredaran untuk menghentikan produksi.

Dikutip dari Tiktok @Narasi, Putra Siregar telah menggugat enam nama perusahaan terkait transaksi MS Glow.

Putra Siregar menggugat 360 miliar, tetapi pengadilan hanya mengabulkan sebagian saja yaitu (37,9 miliar).

Pos terkait