Apa Itu Kleptomania? Ternyata Penyakit Mental yang Lebih Sering Diderita Kaum Wanita

Apa Itu Kleptomania? Ternyata Penyakit Mental yang Lebih Sering Diderita Kaum Wanita (Dok : tirto id)

epanrita.net – Kleptomania adalah suatu ketidakmampuan dalam menahan keinginan untuk mencuri barang-barang yang bernilai kecil.

Dikutip dari Mayoclinic, kleptomania merupakan gangguan impulsif yang ditandai dengan masalah terkait kontrol diri secara emosional atau perilaku.

Kleptomania atau sering juga disebut dengan klepto, termasuk dalam gangguan kesehatan mental langka yang dapat menyebabkan rasa sakit secara emosional.

Meskipun tidak ada obat untuk kleptomania, namun pengobatan dapat dilakukan dengan terapi wicara (psikoterapi).

Sehingga dengan terapi tersebut dapat membantu mengakhiri siklus keinginan untuk mencuri.

Lalu, apa saja gejala kleptomania?

Gejala Kleptomania

Penderita kleptomania biasanya ditandai dengan:

  • Ketidakmampuan dalam menahan diri untuk mencuri barang yang tidak dibutuhkan;
  • Merasakan peningkatan ketegangan, kecemasan, atau gairah yang mengarah pada pencurian;
  • Merasakan kesenangan, kelegaan atau kepuasan saat mencuri;
  • Merasa sangat bersalah, menyesal, membenci diri sendiri, malu atau takut ditangkap setelah pencurian;
  • Kembalinya dorongan dan pengulangan siklus kleptomania.

Dijelaskan oleh Mayoclinic, orang dengan kleptomania biasanya menunjukkan karakteristik sebagai berikut:

  • Pencuri pada umumnya mencuri untuk mencari keuntungan, namun kleptomania mencuri hanya karena dorongan itu begitu kuat sehingga mereka tidak bisa menahannya.
  • Tindakan kleptomania umumnya terjadi secara spontan, biasanya tanpa perencanaan dan tanpa bantuan atau kerjasama dari orang lain.
  • Kebanyakan kleptomania mencuri dari tempat umum, seperti toko dan supermarket.
  • Namun kleptomania bisa juga mencuri dari teman atau kenalan di suatu acara.
  • Seringkali, barang curian tidak memiliki nilai bagi penderita kleptomania, dan orang tersebut mampu membelinya.
  • Barang-barang yang dicuri biasanya disimpan, disumbangkan, diberikan kepada keluarga atau teman, atau bahkan secara diam-diam dikembalikan ke tempat di mana barang-barang itu dicuri.
  • Dorongan untuk mencuri mungkin datang dan pergi bahkan mungkin terjadi dengan intensitas yang lebih besar atau lebih kecil dari waktu ke waktu.

Pos terkait