Update Terikini, Perang Rusia vs Ukraina Memakan Ribuan Korban Jiwa yang Gugur Dalam Peperangan

Sekitar 9.000 tentara Ukraina terbunuh dalam medan perang melawan Rusia. (Dok.Harian Haluan)

epanrita.net – Kepala angkatan bersenjata Ukraina Valeriy Zaluzhnyi mengatakan hampir 9.000 personel militer negara itu terbunuh dalam perang melawan Rusia, Senin (22/8).

Perang antara Rusia dan Ukraina tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Hampir 9.000 tentara Ukraina telah tewas sejak dimulainya invasi Rusia pada akhir Februari.

Bacaan Lainnya

Dilansir dari AFP, Selasa (23/8/2022), bahwa angka itu dikirimkan oleh Panglima Ukraina Valery Zaluzhny pada Senin (22/8) waktu setempat.

Berbicara di forum tersebut, Valery Zaluzhny mengatakan anak-anak Ukraina membutuhkan perhatian khusus “karena ayah mereka berada di garis depan dan mungkin salah satu dari hampir 9.000 pahlawan yang gugur”.

Pejabat Ukraina memberikan sedikit rincian tentang korban militer selama hampir enam bulan perang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan pada bulan April bahwa hingga 3.000 tentara Ukraina telah tewas dan 10.000 terluka.

Pasukan Rusia terus menyerang beberapa bagian Ukraina hingga hari ini. Zelensky juga memperingatkan kemungkinan serangan yang lebih serius di Moskow menjelang peringatan 31 tahun kemerdekaan.

Pada Senin (22/8/2022), seperti dilansir Reuters, selongsong peluru jatuh di kota Nikopol, yang terletak di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa, dan serangan rudal menghantam daerah sekitar daerah itu. Kota pesisir Odesa untuk akhir pekan.

Zelensky juga menyerukan kewaspadaan, memperingatkan bahwa Moskow mungkin mencoba melakukan “hal-hal yang sangat buruk” menjelang hari Rabu, hari kemerdekaan Ukraina, yang juga merupakan peringatan setengah tahun invasi militer Rusia.

Zelensky mengatakan dia telah membahas “semua ancaman” dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan informasi itu juga telah disampaikan kepada para pemimpin asing lainnya, termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

“Semua mitra Ukraina telah diberitahu soal apa yang bisa dipersiapkan oleh negara teroris pekan ini,” ujar Zelensky dalam pernyataan video pada Minggu (21/8) malam, merujuk pada Rusia.

Pos terkait