Suku Bunga Acuan Bank Indonesia 3,75 Persen, Dinilai Pas Redam Dampak Kenaikan BBM

Suku Bunga Acuan Bank Indonesia 3,75 Persen, Dinilai Pas Redam Dampak Kenaikan BBM (Dok : tribunnews com)

epanrita.net – Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memperkirakan Bank Indonesia menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 3,75 Persen.

Pengamat keuangan Ariston Tjendra menilai kemungkinan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga dalam rapat dewan gubernur (RDG) hari ini, masih 50:50.

Bacaan Lainnya

Kemungkinan BI untuk menaikkan suku bunga tetap bisa dilakukan tanpa harus menunggu harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi Pertalite dan Solar naik.

Bisa saja BI menaikan suku bunga acuannya sekarang mengantisipasi rencana pemerintah menaikan harga BBM. Tingkat inflasi Juli secara tahunan sudah melebihi rentang target BI,” ujarnya melalui pesan singkat kepada Tribunnews.com, Selasa (23/8/2022).

Diketahui, inflasi Juli 2022 secara tahunan mencapai 4,94 persen, di mana angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak Oktober 2017.

Kemudian jika harga BBM subsidi benar naik, maka angka inflasi bisa ikut terkerek hingga lebih dari 5 persen, sehingga BI mau tidak mau harus menaikkan suku bunga

Mungkin nanti kalau subsidi BBM sudah dikurangi dengan menaikan harga Pertalite dan mendorong inflasi naik ke atas 5 persen, BI baru akan menaikan suku bunga acuannya,” kata Ariston.

Sementara, kemungkinan lainnya adalah BI tetap mempertahankan suku bunga acuan karena melihat inflasi sekarang masih di kisaran 4 persen, dan banyak subsidi pemerintah untuk menahan harga barang.

Inflasi dan pertumbuhan ekonomi menjadi pertimbangan BI dalam penerapan kebijakan suku bunga. BI mungkin tidak mau terlalu cepat menaikkan suku bunga, agar nantinya masih ada ruang untuk menggunakan instrumen ini dalam mengendalikan inflasi ke depan,” pungkasnya.

Pos terkait