Harga Telur dan Daging Ayam di Kulon Progo Terus Meroket

Penjual daging ayam di Pasar Bendungan, Kulon Progo, Yogyakarta. ( Dok. Sumber : Tim tvOne - Ari Wibowo )

epanrita.net – Kulon Progo, DIY – Kenaikan harga telur dan daging ayam dikeluhkan para pedangang di sejumlah pasar di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Akibat kenaikan ini omset para pedagang menurun drastis hingga 30 persen.

Kenaikkan harga kebutuhan pokok terutama telur dan daging ayam dikeluhkan para pedagang di pasar Bendungan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo.

Bacaan Lainnya

Harga telur yang biasanya Rp 26.000 per Kg kini menembus angka Rp 31.000 per Kg. Sedangkan harga daging ayam yang biasanya Rp 27.000 kini tembus Rp 34.000.

Para pedagang mengaku kenaikan harga ini adalah imbas stok telur yang menipis karena diborong untuk bantuan sosial (Bansos) program keluarga harapan (PKH) sejak sepekan terakhir.

“Barangnya langka, soalnya diambil buat PKH mas, kenaikan ini terjadi sejak sepekan terakhir” ujar Sri Lestari, salah satu pedagang telur, Senin (22/8/2022).

Sri juga mengeluhkan kenaikan harga ini, membuat penjualan telur di lapaknya anjlok hingga 30 persen.

” Akibat kejadian ini penjualan menurun hingga 30 persen mas, banyak pembeli yang komplain harga terus naik,” tambah Sri.

Selain harga telur, harga daging ayam juga terpantau naik harga cukup signifikan. Yati salah satu pedagang daging ayam mengatakan, harga daging ayam kini tembus Rp 34.000 per Kg,

“Harganya terus naik mas, sekarang Rp 34.000, bingung jualnya mas, banyak pembeli yang mengurangi pembelian, harapannya harga kembali normal” ujar Yati.

Sementara itu salah satu pembeli, Sandiyah, merasa keberatan dengan kenaikan harga telur ini. Terlebih kenaikan dibarengi dengan makin mahalnya sejumlah komoditas pokok lain.

“Terlalu memberatkan mas, karena enggak ada penghasilan terus harga semua-semua melambung itu kan kesulitan,” ucapnya.

Sandiyah berharap pemerintah bisa turun tangan mengatasi mahalnya harga telur saat ini. Ia ingin agar harga telur kembali normal, sehingga tidak memberatkan masyarakat kecil.

“Harapannnya harga bisa normal kembali mas, biar pedagang-pedagang enggak sepi, warga yang kecil juga bisa beli ya,” tutup Sandiyah.

Pos terkait