Stok Peternak Minim, Harga Telur Ayam di Pasar Tradisional di Blitar Tembus Rp. 30.000 Per Kg

harga telur ayam di pasar tradisional Templek Kepanjen Kidul, Kota Blitar, tembus Rp30 ribu per kg. ( Dok Sumber : tim tvone - imron )

epanrita.net – Blitar, Jawa Timur – Terhitung sepuluh hari terakhir, harga telur ayam di pasar tradisional Templek Kepanjen Kidul, Kota Blitar, terus mengalami kenaikan. Harga telur ayam yang sebelumnya Rp25 ribu, saat ini harganya melambung tembus Rp30 ribu perkilogramnya.

Tini Linda, penjual telur mengatakan, kenaikan disebabkan minimnya pasokan telur dari peternak, mahalnya harga telur membuat pembeli sepi.

Bacaan Lainnya

“Saat ini harga telur Rp30 ribu, terhitung harga tersebut tinggi, dampaknya membuat pembeli sepi,” jelas Tini, Senin (22/08).

Menurut Tini, setiap hari harga telur naik di kisaran mulai Rp1000 hingga Rp1500 perkilogramnya. Mahalnya harga telur membuat pembeli beralih ke telur pecah. Jika sehari bisa menjual 1 kuintal telur, saat ini penjualan turun hanya 50 kilogram dalam sehari.

“Ya penjualan turun, biasanya menjual 1 kuintal, sekarang sehari cuma 50 kg, banyak yang beralih membeli telur pecah,” imbuhnya.

Telur pecah cangkang di pasaran saat ini Rp24 ribu, sementara telur pecah dalam kemasan plastik hanya Rp18 ribu perkilogramnya.

“Karena harganya lebih murah, jadi pembeli memilih telur pecah karena harganya terjangkau,” imbuhnya.

Para pedagang di pasar tradisional Kota Blitar memprediksi harga telur ayam akan terus mengalami kenaikan lantaran pasokan telur dari peternak berkurang, sementara permintaan pasar tinggi.

“Kayaknya harga telur ayam akan terus naik, karena stoknya dipasar sedikit,” pungkasnya.

Pos terkait