Siap-Siap! Ongkos Naik Ojek Online Akan Naik 29 Agustus 2022

Tarif Ojol Resmi Naik pada 29 Agustus, Ini Besarannya (dok: economyokezonecom)

epanrita. net – Mulai 29 Agustus 2022, tarif ojek online (ojol) akan naik. Kenaikan tarif ojol telah ditunda. Awalnya, tarif tersebut dinaikkan pada 14 Agustus, tetapi ditunda hingga 29 Agustus 2022.

Tarif ojol dibagi menjadi tiga wilayah. Kenaikan tarif ojol diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 564 Tahun 2022 Tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi.

Bacaan Lainnya

Pelepasan KM Nomor KP 564 Tahun 2022 menggantikan KM Nomor KP 348 Tahun 2019. Aturan baru ini nantinya akan menjadi pedoman sementara untuk penetapan batas atas dan bawah tarif ojol.

Hendro Sugiatno, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, mengatakan dalam keterangan tertulis dari Jakarta, “Dalam KM Nomor KP 564 Tahun 2022 ini kami telah melakukan evaluasi batas tarif terbaru yang berlaku bagi ojek online. Selain itu sistem zonasi masih berlaku 3 zonasi,”

Berikut pembagian ketiga wilayah dan tarifnya:

  1. Wilayah pertama meliputi Sumatera, Jawa (selain Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) dan Bali. Biaya layanan minimal Rp 1.850/km, maksimal biaya layanan Rp 2.300/km, dan minimal biaya layanan Rp 9.250 sampai Rp 11.500.
  2. Wilayah kedua meliputi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. biaya layanan minimal Rp 2.600/km, maksimal biaya layanan Rp 2.700/km, dan minimal biaya layanan Rp 13.000 sampai Rp 13.500.
  3. Wilayah ketiga meliputi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan sekitarnya, Maluku dan Papua. biaya layanan minimal Rp 2.100/km, maksimal biaya layanan Rp 2.600/km, dan minimal biaya layanan berkisar Rp 10.500 hingga Rp 13.000.

Perusahaan yang mengajukan permintaan penyesuaian tarif layanan ini harus meningkatkan standar layanannya dengan tetap memberikan jaminan dari segi keamanan dan keselamatan.

“Untuk menjamin kelangsungan usaha ojek online tersebut maka besaran biaya jasa ini nantinya dapat dievaluasi paling lama setiap 1 tahun atau jika terjadi perubahan yang sangat berpengaruh terhadap kelangsungan usaha yang mengakibatkan perubahan biaya pokok lebih dari 20%,” ucapnya.

Pos terkait