Utang Pembengkakan Biaya Kereta Api Cepat Akan Dibayar Sama KCIC

Utang Pembengkakan Biaya Kereta Api Cepat Akan Dibayar Sama KCIC ( Dok. Media Indonesia )

epanrita.net – PT Kereta Cepat Indonesia China Corporation (KCIC) akan melunasi utang untuk menutupi biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB)

“KCIC yang bayar utang,” ungkap Arya, Jumat (12/8).

Bacaan Lainnya

KCIC adalah operator proyek kereta cepat Jakarta Bandung. Indonesia memiliki 60% saham KCIC melalui konsorsium BUMN bernama PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

Konsorsium tersebut terdiri dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) atau PTPN VII.

Sejak itu, Beijing Yawan HSR Co.Ltd memiliki 40% saham di KCIC.

Dia mengatakan KCIC akan mengajukan utang untuk membayar kelebihan. Setelah itu, pinjaman akan dilunasi dengan laba operasi.

“Jadi pendapatan perusahaan yang bayar itu, perusahaan punya pinjaman itu kan biasa,” tutur Arya.

Dia menegaskan, pembayaran utang akibat pembengkakan biaya proyek tidak akan ditanggung pemegang saham, khususnya konsorsium BUMN dan Beijing Yawan HSR Co.Ltd.

“Jadi kan (kereta cepat) setelah operasi kan jalan kan, operasional dimulai. Jadi (bayar utang atas pembengkakan biaya) bukan dibagi berdasarkan jumlah saham (KCIC) dong, tapi dari pendapatan mereka (KCIC),” jelas Arya.

Sebelumnya, KAI telah menghitung biaya KA Jakarta Bandung hingga $1,9 miliar dan Rs 28,5 triliun (dengan asumsi nilai tukar Rs 15.000 per dolar).

Meski sudah berharap, KAI masih menunggu audit dari Badan Pengawasan Pembangunan Keuangan (BPKP).

Sementara itu, Direktur KCIC Doyana Salama Riyadi mengatakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung berpotensi menggelembungkan US$2,6 miliar atau Rp39 triliun selama periode 2019-2022.

Namun, biaya telah berhasil dikurangi menjadi $ 1,67 miliar, atau Rs 25,05 triliun. Namun, KCIC memperkirakan Rs kemungkinan akan meningkat karena pembengkakan biaya proyek KCJB. 2,3 triliun rupee dalam bentuk pajak dan pembebasan tanah.

Jika benar, total overage cost proyek kereta cepat Jakarta Bandung versi KCIC itu sekitar Rp 27,35 triliun, atau sedikit berbeda dari rekening KAI yang sebesar Rp 28,5 triliun.

Awalnya, biaya penyelesaian proyek KCJB hanya US$ 6 miliar atau Rp 90 triliun.

Namun, jika dihitung dari segi cost overruns, total dana yang dibutuhkan untuk membangun KCJB akan melebihi US$7,9 miliar atau Rp118,5 triliun.

Pada kontrak awal, sebagian besar atau 75% dari nilai proyek KCJB didukung oleh CDB dan 25% oleh pemegang saham. Dengan kata lain, 25% konsorsium berasal dari BUMN dan Beijing Yawan HSR.

Pos terkait